Mata Banua Online
Selasa, Januari 20, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Masyarakat Diimbau Selektif Terkait Lowongan Kerja

by Mata Banua
13 Januari 2025
in Indonesiana
0
D:\2025\Januari 2025\14 Januari 2025\2\Masyarakat Diimbau Selektif Terkait Lowongan Kerja.jpg
Ilustrasi (foto:mb/web)

JAKARTA – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan selektif dalam mencari informasi terkait lowongan pekerjaan, terutama yang tersebar melalui platform digital.

Menurut Kepala Biro Humas Kemnaker Sunardi Manampiar Sinaga, masifnya penggunaan platform digital untuk mencari dan menawarkan pekerjaan telah membuka celah bagi oknum yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan.

Berita Lainnya

G:\2026\Januari\20 Januari 2026\2\2\Kapolda Bantu Bocah Korban Laka Lantas.jpg

Kapolda Bantu Bocah Korban Laka Lantas

19 Januari 2026
G:\2026\Januari\20 Januari 2026\2\2\Pemotor Tewas Terlindas Truck di Kayu Tangi.jpg

Pemotor Tewas Terlindas Truck di Kayu Tangi

19 Januari 2026

“Kami meminta masyarakat untuk melakukan pengecekan ulang terhadap informasi lowongan pekerjaan, baik dengan memverifikasi melalui website resmi perusahaan, media sosial resmi, maupun menghubungi langsung perusahaan terkait,” ujarnya, Senin (13/1).

Ia menyebutkan, hal ini juga sudah menjadi perhatian khusus Menteri Ketenagakerjaan Yassierli agar pihaknya aktif memberikan layanan pengaduan publik atas lowongan kerja palsu, serta aktif menyosialisasikan kepada masyarakat atas kerawanan dan bahaya lowongan kerja palsu.

“Bila perlu jika ada pihak yang dirugikan jangan ragu-ragu untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian, karena perbuatan tersebut merupakan pidana penipuan,” katanya.

Ia juga menegaskan pentingnya memastikan kredibilitas perusahaan yang menawarkan pekerjaan, salah satu indikatornya adalah proses rekrutmen tidak memungut biaya apapun dari pelamar. “Jika ada pungutan biaya dalam proses rekrutmen, hampir pasti itu adalah modus penipuan,” jelasnya.

Selain itu, kredibilitas juga mencakup jenis usaha yang dijalankan perusahaan tersebut tidak bertentangan dengan hukum. “Ini agar kita tidak terjebak dengan pekerjaan yang bertentangan dengan hukum, seperti praktik judi berbasis daring,” ujarnya.

Untuk membantu masyarakat lebih waspada, kemnaker juga mengidentifikasi beberapa ciri-ciri umum lowongan kerja palsu, di antaranya tawaran gaji yang tidak masuk akal tinggi untuk posisi yang tidak spesifik, penggunaan alamat email tidak resmi seperti yang menggunakan domain umum contoh @gmail.com.

Kemudian, tidak ada informasi jelas terkait alamat perusahaan dan tanggung jawab pekerjaan serta syarat-syarat yang logis, permintaan transfer uang untuk biaya administrasi dan pelatihan atau seragam kerja, serta proses perekrutan dilakukan secara tidak transparan seperti wawancara instan via chat tanpa konfirmasi formal.

Kemnaker juga meminta platform penyedia lowongan pekerjaan untuk lebih teliti dalam memverifikasi informasi yang dipublikasikan.

Untuk masyarakat yang merasa dirugikan atau menemukan indikasi penipuan terkait lowongan kerja, kemnaker menyediakan saluran pengaduan resmi yang dapat disampaikan melalui website kemnaker atau layanan hotline di 1500-630.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Sekjen Kemnaker) Prof Anwar Sanusi memotivasi mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) peluang besar kerja ketika menjadi seorang sarjana.

“Jangan takut tak dapat pekerjaan setelah lulus perguruan tinggi, karena seorang sarjana memiliki kompetensi untuk bersaing di dunia kerja,” katanya saat kuliah umum di ULM.

Ia mengungkapkan, penduduk bekerja pada kelompok pendidikan tinggi saat ini menguasai sektor formal 81,09 persen tahun 2024. Kemudian, lapangan usaha yang dominan di kuasai lulusan universitas, yakni tersier berupa perdagangan dan jasa di perkotaan dengan persentase 86,06 persen.

Data Kemnaker pada tahun 2023, lulusan SMP masih paling besar 54,59 persen kemudian lulusan SMA dan SMK 32,65 persen dan diploma serta sarjana hanya 13,76 persen. Adapun pola permintaan tenaga kerja di masa depan akan banyak bersentuhan dengan pemanfaatan teknologi digital.

Sedangkan dari sisi soft skill berupa kemampuan analisis, orientasi pemecahan masalah, kreatifitas dan komunikasi sangat diperlukan. “Dua sektor perusahaan dengan lowongan kerja terbesar saat ini dan ke depannya, yakni teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dan jasa keuangan,” jelasnya.

Menutup kuliah umum dengan tema; Peluang dan Tantangan Pekerjaan di Era Society 5.0, profesor dalam bidang Ilmu Kebijakan Publik (pengembangan perdesaan) FISIP Universitas Brawijaya itu memberikan wejangan agar para tenaga kerja muda senantiasa menjaga motivasi dalam diri, terus belajar, dan membangun jejaring.

Waki Rektor Bidang Kerja Sama, Humas, dan Sistem Informasi ULM Yusuf Azis mewakili menyampaikan terima kasih atas kedatangan sekjen kemnaker yang telah menyuntik motivasi mahasiswa, sehingga semakin optimis menatap masa depan dengan karir cemerlang. ant

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper