Mata Banua Online
Selasa, Januari 20, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Kriteria Penghapusan Utang UMKM

by Mata Banua
9 Januari 2025
in Ekonomi & Bisnis
0

JAKARTA – Menteri Usaha Mikro Kecil dan Me­ne­ngah (UMKM) Maman Abdurrahman mem­be­berkan kriteria UMKM yang masuk dalam daf­tar hapus buku penghapusan piutang UMKM.

“Sebanyak kurang lebih 1 ju­ta nasabah pengusaha UMKM ya­ng sbelumnya telah tercatat ma­suk dalam daftar hapus buku Bank Himbara akan men­da­pat­kan fasilitas penghapusan piu­tang,” kata Menteri Maman di Ja­karta, Kamis (9/1/2025).

Berita Lainnya

G:\2026\Januari\20 Januari 2026\7\7\master 7.jpg

Jelang Ramadhan,Waspadai Harga Beras dan Gula

19 Januari 2026
G:\2026\Januari\20 Januari 2026\7\7\hal 7 - 2 klm (KIRI).jpg

Trio Motor Luncurkan All New Honda Vario 125

19 Januari 2026

Adapun pengusaha UMKM ya­ng mendapat penghapusan piu­tang, yaitu mereka yang sudah ma­suk dalam daftar hapus buku dan daftar hapus tagih dengan be­be­rapa kriteria.

“Kriteria pertama, dalam Pe­ra­turan Pemerintah Nomor 47 Ta­hun 2024 tentang Peng­ha­pus­an Piutang Macet pada MKM disebutkan bahwa maksimal piu­tang adalah Rp500 juta,” jelas Maman.

Kriteria kedua, UMKM ter­se­but sudah masuk daftar hapus bu­ku yang dimiliki Bank Himbara se­jak 5 tahun yang lalu sebelum PP ini ditetapkan. Sedangkan kri­te­ria ketiga yaitu nasabah UMKM tersebut sudah tidak me­mi­liki kemampua untuk mem­ba­yar, serta tidak lagi memiliki agun­an.

Menteri UMKM Maman me­negaskan, Kementerian UMKM memiliki tanggung ja­wab untuk memberikan motivasi dan pemberdayaan pengusaha-pe­ng­usaha UMKM yang sudah me­ng­ajukan pinjaman yang tidak ter­masuk dalam daftar peng­ha­pus­an piutang.

Menurutnya jika melihat prin­sip kadilan, ada 1 juta UMKM ya­ng mendapat penghapusan piu­tang. Namun bagi pengusaha UMKM yang tidak mendapatkan pe­nghapusan piutang, terbuka un­tuk mengakses fasilitas pin­jam­an agar dapat tumbuh melalui Kre­dit Usaha Rakyat (KUR).

“Bagi pengusaha UMKM ya­ng telah mendapatkan KUR, ti­dak dapat masuk dala kriteria pe­ng­hapusan piutang, karena te­lah memiliki asuransi atau ja­min­an,” ujar Maman.

Menteri UMKM Maman ju­ga menjelaskan bahwa bagi pe­ne­rima KUR di bawah Rp100 ju­ta, tidak perlu menggunakan agun­an, dan hanya dikenakan bu­nga flat sebesar 6 persen. Jika ada ang menemukan ke­ti­dak­se­su­aian dengan aturan tersebut, ma­ka dapat melaporkan ke Ke­men­terian UMKM.

Lebih lanjut, ia mengatakan ba­hasa Kementerian UMKM ha­dir untuk memitigasi jika terjadi ke­tidaksesuaian dalam im­ple­men­tasi kebijakan yang sudah dibuat. Se­lain itu Kementerian UMKM juga mengajukan kepada OJK un­tuk membuat sistem yang ber­na­ma Innovative Credit Scoring (ICS).

“Ke depan, para pengusaha UMKM diharapkan dalam m­e­ng­akses pembiayaan tidak hanya di­lihat dari agunan, melainkan me­nggunakan data alternatif se­per­ti penggunaan listrik, aktivitas te­le­komunikasi, BPJS, dan tran­sak­si e-commerce,” pungkasnya. lp6/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper