Mata Banua Online
Senin, April 27, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Jatah Waktu Penerima Bansos Dibatasi

by Mata Banua
29 Desember 2024
in Ekonomi & Bisnis
0
D:\2024\Desember 2024\30 Desember 2024\7\7\master 7.jpg
PEMBATASAN WAKTU – Pemerintah membatasi jangka waktu penerima bantuan sosial (bansos), mengingat selama ini ada orang atau keluarga sudah belasan tahun terus menerima PKH dan bansos. Padahal diantara mereka banyak keluarga yang sudah tergraduasi atau lulus dari program itu.(foto:mb/ant)

JAKARTA – Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul bakal mem­batasi jangka waktu penerima ban­tuan sosial (bansos) dengan me­rom­bak payung hukumnya pada ta­hun depan.

Berdasarkan data Pusat Data dan In­formasi (Pusdatin), Gus Ipul men­ye­but ada orang atau keluarga sudah be­lasan tahun terus menerima PKH dan bansos.

Berita Lainnya

Pengusaha Daging Rugi Dampak Harga Jual Ditahan

Pengusaha Daging Rugi Dampak Harga Jual Ditahan

26 April 2026
Purbaya Usulkan Insentif Motor Listrik Rp5 Juta

Purbaya Usulkan Insentif Motor Listrik Rp5 Juta

26 April 2026

Ia tak ingin hal itu terus terjadi ka­rena banyak keluarga yang sudah ter­graduasi atau lulus dari program itu.

“Mereka yang memperoleh per­lin­dungan dan jaminan sosial, lewat prog­ram PKH dan bansos itu harus ada batas waktunya,” kata Gus Ipul sa­at sambutan Hakordia di kantor Ke­men­sos, Jakarta Pusat.

“Saya minta data itu dari Pus­da­tin, ada mereka itu yang sampai 15 tahun tetap dalam program per­lin­du­ng­an sosial. Maka itu kita ingin ke de­pan lebih banyak yang tergraduasi, yang lulus, yang diwisuda,” im­buh­nya.

Ia menuturkan satu pendamping men­dampingi minimal 10 Keluarga Pe­nerima Manfaat (KPM). Saat ini, ada 34 ribu KPM yang terdaftar. Ke de­pan, Gus Ipul menargetkan ada 340 ribu KPM yang lulus sebagai pe­nerima bansos larena sudah di­ang­gap mampu dan tidak layak menerima ban­tuan.

“Ke depan kita ingin per pen­dam­ping itu 10 orang minimal 10 KPM. Ki­ta punya 34 ribu KPM, itu akan ada 340 ribu setiap tahunnya minimal itu tergraduasi. Itu harapan kita ke sana,” ujarnya.

Menurutnya, perlindungan sosial (per­linsos) mengambil porsi ang­gar­an terbesar dalam program-program Ke­mensos. Sementara, program lain se­perti pemberdayaan, hanya di­al­o­ka­­sikan sebanyak 20 persen.

“Program kita itu di perlindungan 80 persen, itu di perlindungan sosial ha­nya berupa bansos dan PKH. Itu su­dah Rp70 sekian triliun. Yang na­manya PKH aja Rp28 triliun, bansos itu Rp44-45 triliun. Sisanya baru prog­ram kerja yang lain, termasuk pem­berdayaan,” pungkasnya. cnn/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper