Mata Banua Online
Senin, April 27, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Bulog Diminta Ikut Salurkan Minyakita

by Mata Banua
10 Desember 2024
in Ekonomi & Bisnis
0
D:\2024\Desember 2024\11 Desember 2024\7\7\master 7.jpg
(foto:mb/web)

JAKARTA – Kepala Badan Pangan Na­si­onal (Bapanas) Arief Prasetyo Adi me­ng­ung­k­apkan Presiden Prabowo Subianto me­minta Perum Bulog ikut menyalurkan min­yak goreng kemasan Minyakita.

“Beliau menyampaikan secara tegas Min­yakkita dibantu oleh BUMN bidang pa­ng­an khususnya Bulog. Jadi stok ini biar Min­yakkita bisa ‘dikuasai’ oleh BUMN. Ya supaya bisa distribusikan dan kita bisa kon­trol,” ujarnya saat ditemui di gedung Gra­ha Mandiri, Jakarta.

Berita Lainnya

Pengusaha Daging Rugi Dampak Harga Jual Ditahan

Pengusaha Daging Rugi Dampak Harga Jual Ditahan

26 April 2026
Purbaya Usulkan Insentif Motor Listrik Rp5 Juta

Purbaya Usulkan Insentif Motor Listrik Rp5 Juta

26 April 2026

Arief mengatakan kecepatan distribusi mi­n­yak goreng besutan pemerintah itu pen­ting untuk memastikan harganya sesuai de­ngan yang ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter.

Selain itu, pendistribusian lewat Bulog bisa memudahkan pemerintah daerah (pem­da) memiliki cadangan pangan. Pasalna, Bulog memiliki 1.593 gudang yang tersebar di berbagai daerah.

Terkait rencana pendistribusian Min­yakita lewat Bulog tersebut, pemerintah akan mengadakan rapat di Kementerian Per­dagangan (Kemendag) siang ini. “Sekarang kita siapkan aja, supaya secepatnya khusus min­yak goreng itu terdistribusi, dilewatkan BUMN, Bulog,” katanya.

Arief menjelaskan Minyakkita me­ru­pa­kan kontribusi pelaku usaha eksportir pro­duk turunan kelapa sawit ke pasar dalam ne­geri melalui skema Domestic Market Ob­li­gation (DMO).

Dengan skema tersebut, produsen wa­jib memasok minyak goreng di dalam negeri da­ri total volume ekspor masing-masing pe­ru­sahaan.

“Untuk perusahaan-perusahaan yang akan punya PE, persetujuan ekspor, dia ha­rus kasih DMO. DMO-nya itu yang jadi Min­yakita, yang Minyakita itu dis­tri­bu­si­kan­nya oleh BUMN, tapi nanti tunggu ra­pat,” katanya.

Namun, Arief mengatakan tidak se­lu­ruh distribusi Minyakita akan dikuasai oleh Bulog. Pihak swasta katanya juga masih akan terlibat.

“Jadi kan itu kan ada 100 persen. Kalau ya­ng dikuasai sama Bulog berapa nanti jam 1 kita meeting. Iya dong, harus (swasta ter­libat),” katanya.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) se­belumnya memanggil distributor Mi­n­yakita karena harganya naik menjadi Rp17 ribu per liter.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Moga Simatupang mengatakan ke­naikan harga Minyakita ini terjadi karena distributor kedua (D2) melakukan mi­ni­mum order quantity sehingga pengecer ti­dak dapat membeli dengan jumlah banyak. cnn/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper