Mata Banua Online
Senin, April 27, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Emas Perhiasan Inflasi 15 Bulan Beruntun

by Mata Banua
2 Desember 2024
in Ekonomi & Bisnis
0
D:\2024\Desember 2024\3 Desember 2024\7\Halman ekonomi (03  desember)\master 7.jpg
HARGA EMAS TERUS NAIK – Emas perhiasan menjadi komoditas utama penyumbang inflasi sepanjang 15 bulan terakhir atau sejak September 2023. Emas perhiasan mengalami inflasi tertinggi April 2024 hingga 7,4% (MtM). Sementara inflasi terendah emas terjadi pada September 2024 yang sebesar 0,36%.(Foto:mb/ant

 

JAKARTA – Emas perhiasan tercatat menjadi komoditas utama penyumbang inflasi sepanjang 15 bulan terakhir atau sejak September 2023.

Berita Lainnya

Pengusaha Daging Rugi Dampak Harga Jual Ditahan

Pengusaha Daging Rugi Dampak Harga Jual Ditahan

26 April 2026
Purbaya Usulkan Insentif Motor Listrik Rp5 Juta

Purbaya Usulkan Insentif Motor Listrik Rp5 Juta

26 April 2026

Secara umum, Indeks Harga Konsumen (IHK) November 2024 mencatatkan inflasi sebesar 0,30% (month to month/MtM) pada November 2024 atau lebih tinggi dari Oktober 2024 yang sebesar 0,08%.

Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan komoditas emas perhiasan yang terasuk dalam kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya tersebut mengalami inflasi sebesar 2,87% (MtM) pada November 2024.

“Komoditas emas perhiasan mengalami inflasi sebesar 2,87% dengan andil inflasi sebesar 0,04%,” ujarnya dalam rilis Berita Resmi Statistik, Senin.

Amalia dalam paparannya menunjukkan bahwa dalam 15 bulan terakhir, emas perhiasan mengalami inflasi tertinggi pada April 2024 hingga 7,4% (MtM).

Sementara emas perhiasan mengalami inflasi terendah pada September 2024 yang sebesar 0,36%. Terakhir kali emas perhiasan mengalami deflasi pada Agustus 2023 yang sebesar 0,3%.

Sejalan dengan inflasi emas perhiasan, Komponen Inti mengalami inflasi sebesar 0,17% MtM dengan andil inflasi sebesar 0,11%.

Selain emas, komoditas yang dominan memberikan andil inflasi Komponen Inti adalah minyak goreng dan kopi bubuk. Secara tahunan (year on year/YoY) tekanan inflasi Komponen Inti meningkat dari bulan sebelumnya.

Emas perhiasan juga menjadi komoditas utama yang memberikan andil inflasi, selain kopi bubuk, minyak goreng, nasi dengan lauk, dan sewa rumah.

Dalam satu tahun terakhir, Komponen Inti konsisten mengalami kenaikan dan emas menjadi pendorong utamanya. Pada September 2023, kala emas perhiasan mulai mengalami tren inflasi, Komponen inti tercatat inflasi sebesar 0,12%.

Daya beli masyarakat semakin menguat pada April 2024 yang terekam pada inflsi inti sebesar 0,29%-di mana emas perhiasan mengalami puncak inflasi.bisn/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper