Mata Banua Online
Rabu, Mei 20, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Problem Sistem Sanitasi Yang Belum Tuntas Mengancam Generasi

by Mata Banua
11 November 2024
in Opini
0

Oleh: Gusti Fadhila

Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor yang diwakili oleh Staf Ahli bidang Kemasyarakatan dan SDM, Husnul Hatimah mengajak para walikota dan bupati di 13 Kabupaten Kota untuk berkomitmen menciptakan sanitasi lingkungan yang sehat. Komitmen ini dimulai melalui stop buang air besar sembarangan dan peningkatan pengawasan air minum. Hal ini disampaikan pada kegiatan dialog membangun komitmen bersama menuju Provinsi Kalimantan Selatan stop buang air besar sembarangan (SBS) tahun 2024 di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Selasa (22/10/2024).

Berita Lainnya

Mengurai Akar Kemiskinan dan Stunting dalam Perspektif Islam

Mengurai Akar Kemiskinan dan Stunting dalam Perspektif Islam

18 Mei 2026
Belum Ada Titik Temu Kenaikan UMP 2026

UMKM Tetap Tersingkir, Kesejahteraan Rakyat Tak Kunjung Terealisir

18 Mei 2026

Husnul mengatakan bahwa penyediaan sanitasi yang layak merupakan investasi jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat. Hal ini sejalan dengan target yang telah ditetapkan dalam Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024 (Media Center, 22/10/24).

Perihal tata kelola sanitasi lingkungan ternyata masih menjadi problem di zaman modern ini. Pasalnya, peradaban yang maju salah satunya ditandai dengan sistem sanitasi yang baik dan kualitas lingkungan yang tinggi. Sistem sanitasi yang baik lazimnya meliputi penyediaan air bersih untuk keperluan domestik dan umum, sistem yang menunjang pembuangan sampah, limbah, kotoran, serta melindungi kesehatan dan keselamatan publik (Melosi 2008).

Pengurusan sistem sanitasi yang berkualitas tentunya akan berpengaruh kepada kualitas SDM yaitu mencegah penyebaran penyakit-penyakit yang akan berpengaruh pada produktivitas SDM, kualitas hidup, bahkan dapat berpengaruh kepada pertumbuhan ekonomi. Maraknya stunting pada generasi pun disinyalir tidak lepas dari sanitasi lingkungan yang buruk. Sehingga sistem sanitasi ini perlu diberi perhatian dan segera dituntaskan untuk perkembangan kualitas generasi yang lebih baik.

Sistem sanitasi ini tidak lepas dari pengaturan yang komprehensif. Tentu, pembangunan sistem sanitasi yang berkualitas dibutuhkan akses fasilitas yang merata. Saat ini pemerataan fasilitas, mulai dari akses air bersih dan penyediaan fasilitas sanitasi yang layak dan nyaman belum dapat diakses oleh seluruh masyarakat terutama masyarakat di daerah yang jauh dari kota-kota besar. Untuk mendapatkan akses sanitasi yang baik, masyarakat harus mengeluarkan uang terlebih dulu, yang memperlihatkan kepada kita bahwa jaminan penuh terhadap akses dan fasilitas sanitasi pun belum bisa didapatkan secara menyeluruh. Hal yang demikian merupakan hasil dari sistem Kapitalis-Sekuler dimana pengurusan seluruh urusan masyarakat, termasuk dalam konteks sistem sanitasi, telah diabaikan. Kalaupun diberi perhatian, masih belum cukup untuk menyelesaikan problem ini secara menyeluruh. Hal ini terlihat dalam realitas akses dan fasilitas sanitasi yang belum tersedia secara menyeluruh.

Islam telah memberikan pengaturan yang komprehensif perihal sistem sanitasi. Islam membentuk kesadaran individu yang perhatian dalam mewujudkan kehidupan yang bersih dan sehat sesuai ajaran Islam. Kesadaran individu yang telah dibentuk itu didukung dengan pemberian akses dan fasilitas sanitasi yang berkualitas dan nyaman. Ahmad Y. al-Hassan dan Donald Hill dalam bukunya Islamic Technology: An Illustrated History, menyebut jika Abu Bakar Muhammad bin Zakaria al-Razi, kimiawan asal Persia, sebagai orang pertama yang meracik ramuan sabun modern. Hal ini memperlihatkan bagaimana Islam menaruh perhatian terhadap sanitasi. Aplikasi pengaturan yang komprehensif ini tentunya disandarkan kepada penerapan Islam Kaffah berbasis Al Quran dan As Sunnah.

Wallaahu a’lam bish shawwab.

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper