JAKARTA – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengungkapkan menjelang Natal dan Tahun Baru atau Nataru pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menjaga harga-harga tetap stabil.
“Harga harga relatif stabil, tapi kita tidak diam kita bergerak dengan cara-cara dengan satgas pangan dengan pemerintah daerah dengan distributor untuk mengamankan,” kata Budi kepada wartawan di Taman Mini Indonesia Indah.
Budi menambahkan, koordinasi untuk mempersiapkan Nataru masih berjalan. Selain itu untuk kesiapan stok minyak goreng, Budi memastikan aman meskipun permintaan cukup meningkat.
Pada kesempatan yang sama, Budi mejelaskan saat ini toko tradisional dan ritel modern saling melengkapi. Hal ini berbeda ketika awal mula kemunculan ritel modern yang dianggap akan mematikan toko tradisional.
“Dulu itu ketika ada ritel modern, ya dulu awal-awal ada ritel modern, itu dianggap yang toko kelontong tradisional itu akan mati,” jelasnya.
Budi menyebut ritel modern dan toko tradisional sekarang justru bisa menghubungkan dan mendukung satu sama lain. Selain itu Budi menuturkan, dulu pasar tradisional dan ritel modern seolah-olah saling bersaing atau menjadi kompetitor, tetapi sekarang menjadi mitra untuk menyalurkan produk-produk dalam negeri.
Sebelumnya, Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkap penyebab dri industri tekstil tak mampu berkembang. Salah satunya imbas dari maraknya barang impor ilegal.
Dia baru saja menyita sebanyak 90 ribu rol kain tekstil ilegal senilai Rp 90 miliar. Maraknya praktik impor ilegal, disebut membuat industri tekstil dalam negeri terhambat.
“Inilah yang salah satunya menyebabkan industri tekstil kita tidak berkembang dengan baik, karena adanya barang-barang ilegal ini,” kata Mendag Budi.
Dia mengatakan, Presiden Prabowo Subianto sudah memintanya untuk memberantas impor ilegal. Ini juga sejalan dengan telah dibentuknya Satgas Pengawasan Barang Tertentu Yang Diberlakukan Tata Niaga Impor atau Satgas Impor Ilegal. lp6/mb06

