Mata Banua Online
Minggu, April 26, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Kuota Rumah Subsidi FLPP Makin Menipis

by Mata Banua
10 November 2024
in Ekonomi & Bisnis
0
D:\2024\November 2024\9 November 2024\7\7\master.jpg
KUOTA RUMAH SUBSIDI – Kuota Fasilitas Likuidita Pembiayaan Perumahan atau FLPP untuk tahun ini semakin menipis. Karenya pemerintah menambah kuota FLPP dari 168.000 unit menjadi 200.000 unit untuk 2024. Hingga akhir Oktober, realisasi sudah 178 ribu unit. Jadi tersisa 22.000 unit lagi.(foto;mb/ant)

 

JAKARTA – Pemerintah mengungkapkan bah­wa kuota Fasilitas Likuidita Pembiayaan Pe­ru­­mahan atau FLPP untuk tahun ini semakin me­­nipis. Kepala Badan Kebijakan Fiskal Ke­men­­terian Keuangan (BKF Kemenkeu) Febrio Nathan Kacaribu menjelaskan, pemerintah te­lah menambah kuota FLPP dari 168.000 unit men­­jadi 200.000 unit untuk 2024. “Saat ini ki­ta pantau, sampai akhir Oktober, itu sudah men­­capai realisasi 178 ribu unit,” ungkap Febrio dalam konferensi pers APBN Kita di Kan­tor Kemenkeu, Jakarta Pusat.

Berita Lainnya

Pengusaha Daging Rugi Dampak Harga Jual Ditahan

Pengusaha Daging Rugi Dampak Harga Jual Ditahan

26 April 2026
Purbaya Usulkan Insentif Motor Listrik Rp5 Juta

Purbaya Usulkan Insentif Motor Listrik Rp5 Juta

26 April 2026

Dengan demikian, kuota pem­bangunan rumah subsidi lew­at FLPP kini tersisa 22.000 unit lagi. Febrio meyakini, sisa kuo­ta 22.000 unit tersebut bisa ter­capai hingga akhir 2024.

Sebagai informasi, mengutip la­man resmi Kementerian Pe­ker­ja­an Umum dan Perumahan Rak­yat (PUPR), FLPP merupakan du­kungan fasilitas likuiditas pe­ru­mahan yang diperuntukkan ba­gi masyarakat berpenghasilan ren­dah (MBR).

Singkatnya, FLPP me­ru­pa­kan subsidi KPR yang diberikan pe­merintah untuk mendukung para MBR memiliki hunian yang layak.

Adapun, program FLPP di­tu­jukan bagi kelompok sasaran de­ngan batasan penghasilan per bu­lan maksimal Rp8 juta.

Masyarakat yang menerima fas­ilitas ini akan menikmati suku bu­nga paling tinggi hanya 5% de­ngan masa susidi KPR paling la­ma akan diberikan selama 20 tahun.

Sementara itu, sumber dana FLPP berasal dari suntikan Anggaran Pendapatan dan Be­lan­ja Negara (APBN) yang telah ru­tin dialokasikan sejak tahun 2010.

Selain FLPP, sambung Febrio, pemerintah juga mem­be­ri­kan insentif lain untuk sektor pe­rumahan yaitu pajak per­ta­m­bah­an nilai ditanggung pe­me­rin­tah (PPN-DTP) sebesar 100%. In­sentif PPN-DTP untuk pe­ru­mah­an tersebut juga sudah di­per­pan­jang hingga 31 Desemer 2024.

Hingga 31 Oktober 2024, ujar Febrio, realisasi insentif PPN-DTP perumahan sampai men­capai 31,6 ribu unit rumah. Hi­ngga akhir tahun, pemerintah mem­proyeksikan realisasinya hi­ng­ga 54 ribu unit rumah. Insentif PPN DTP tersebut sendiri ber­la­ku untuk unit rumah berharga di bawah Rp5 miliar serta dengan ba­tasan pemberian insentif seb­e­sar Rp2 miliar.

Febrio mengeklaim, salah sa­tu faktor kenaikan pertumbuhan rea­lisasi investasi selama Kuartal III/2024 yaitu karena du insentif sek­tor perumahan tersebut. Oleh se­bab itu, insentif FLPP dan PPN-DTP perumahan di­ha­rap­kan juga mendongkrak pe­re­ko­no­mian pada sisa tahun ini. bisn/mb06

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper