Mata Banua Online
Minggu, April 19, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Erick Thohir Ungkapkan 7 BUMN Masih Merugi

by matabanua
4 November 2024
in Indonesiana
0
MENTERI BUMN Erick Thohir

JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan masih ada 7 dari 47 BUMN yang belum untung alias rugi hingga saat ini. Pihaknya terus bekerja keras untuk beberapa tahun kedepan dalam menyehatkan kembali BUMN tersebut.

“Menjawab pertemuan sebelumnya, berapa perusahaan BUMN yang masih dalam proses cash flow negatif atau rugi. Dari 47 BUMN, sekarang 40 BUMN itu sehat, 85 persen,” katanya dalam Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta Pusat, Senin (4/11).

Berita Lainnya

Sekda Kalsel Tekankan Perbaikan Berkelanjutan Pelayanan Publik

Sekda Kalsel Tekankan Perbaikan Berkelanjutan Pelayanan Publik

16 April 2026
Polres Tala Ikuti Apel Kesiapsiagaan Karhutla

Polres Tala Ikuti Apel Kesiapsiagaan Karhutla

16 April 2026

Erick mengakatakan masi ada 7 (BUMN rugi) yang tengah diperjuangkan guna menyehatkan kembali kondisi mereka. “Memang kita harus benar-benar kerja keras untuk beberapa tahun ke depan,” tegas Erick di komplek parlemen.

Erick menjelaskan ke-7 BUMN yang masih merugi sampai saat ini, yakni Krakatau Steel. Erick mengatakan perusahaan pelat merah ini sebenarnya sudah restrukturisasi pada 2019, tapi mengalami musibah kebakaran pabrik utama baru-baru ini.

Kedua, Erick menjelaskan Bio Farma juga belum untung. Ini imbas penugasan pembelian vaksin yang banyak pada masa pandemi covid-19 serta kasus fraud di anak usaha, yakni Indofarma. Sedang ketiga, Wijaya Karya. Ia menyebut Kementerian BUMN tengah dalam proses restrukturisasi, termasuk WIKA Realty.

Keempat, Waskita Karya yang merugi buntut penurunan jumlah kontrak serta tingginya beban keuangan. Menteri BUMN Erick mengaku sudah dilakukan restrukturisasi untuk BUMN ini.

“Waskita Karya kemarin alhamdulillah sudah tanda tangan restrukturisasi senilai Rp26 triliun dengan 21 kreditur. Wijaya Karya dan Waskita Karya ini kita sedang menunggu surat persetujuan dari bapak menteri PU bagaimana kita bisa konsolidasi dari 7 karya menjadi 3 karya. Sehingga, lebih sehat lagi kondisi (BUMN) karya-karya ini,” jelas Erick.

Kelima, adalah Jiwasraya. Ia menekankan progres penyehatan BUMN ini berlangsung baik dan hanya tinggal proses likuidasi. Kemudian yang keenam, ada Perumnas. Erick mengaku sudah duduk bersama di internal Kementerian BUMN untuk mengubah model bisnis Perumnas di masa mendatang.

“Tidak lagi landed house, tetapi juga mesti bertingkat. Karena dari komposisi lahan di Indonesia ini memang 70 persen laut dan 30 persen tanah. Dengan jumlah penduduk kita yang akan tembus 315 juta, ya tidak mungkin progres perumahan ini terus membangun yang landed house. Artinya, tidak cukup tanahnya,” ungkapnya.

Dan terakhir yang ketujuh adalah Perum Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI). Erick menegaskan kerugian terjadi imbas tak ada lagi mandat percetakan seluruh surat-surat negara. Terlebih, sekarang sudah terbukanya pasar sehingga PNRI kalah saing. Erick menegaskan Kementerian BUMN bakal merestrukturisasi PNRI.

Terkait hal tersebut, Erick menegaskan akan terus memangkas jumlah BUMN. Ia mencontohkan di mana jumlah awal perusahaan pelat merah ada 114, sebelum akhirnya menjadi 47 BUMN.

Erick menambahkan ke depannya dari 47 jumlah BUMN, pihaknya akan kembali diperkecil, yakni menjadi 30 BUMN. “Banyaknya BUMN itu tidak mencerminkan kesehatan sebuah usaha, bahkan kadang-kadang sinergitas ini justru membunuh pengusaha daerah dan private sector. Tinggal bagaimana kita sinkronisasi di market yang terbuka ini peran BUMN seperti apa,” ungkapnya.

“Sejalan dengan itu, kita turunkan total klasternya dari 24 menjadi 12. Lalu, dari 114 BUMN menjadi 47 (BUMN). Sekarang ke depan menjadi 11 klaster dan 30 BUMN,” tambahnya.

Salah satu rencana ke depan adalah melakukan merger PTPN dan Perhutani. Ia menyebut opsi ini bakal menghasilkan total lahan 2,2 juta hektare sehingga bisa fokus memetakan kembali upaya swasembada pangan.

“Kita tahu kita mau swasembada gula, tetapi lahannya tidak cukup. Ini yang kita harus remapping. Apalagi beberapa industri sudah mulai kalah bersaing,” tandas Erick. riz

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper