Mata Banua Online
Sabtu, April 18, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Bejatnya Remaja, Dimana Peran Pendidikan

by Mata Banua
29 September 2024
in Opini
0

Ummu Arsy (Tinggal di Amuntai)

Kasus Permoksaan yang dilakukan oleh remaja kembali viral terjadi. Pelaku dan korban masih duduk di bangku SMP. Korban bahkan diperkosa usai meninggal dunia.

Berita Lainnya

Kebiadaban Yang Dilegalkan

Kebiadaban Yang Dilegalkan

16 April 2026
The Little Princedan Makna Komitmen Dalam Relasi

The Little Princedan Makna Komitmen Dalam Relasi

16 April 2026

Pembunuhan AA terjadi di TPU Talang Kerikil, Palembang, Minggu (1/9/2024) sekitar pukul 13.30 WIB. Pelaku merupakan pacar korban IS (16), bersama tiga rekannya MZ (13), NS (12), dan AS (12). Kapolrestabes Palembang Kombes Harryo Sugih Hartono menjelaskan, awalnya pelaku IS mengajak korban yang merupakan kekasihnya untuk menonton pertunjukan kuda kepang di Kelurahan Pipa Reja, Kecamatan Kemuning.

Hasil penyidikan kepolisian juga mengungkapkan motif empat pelaku memperkosa AA. IS menjadi otak pelaku pemerkosaan dan pembunuhan korban. IS mengaku kerap menonton film porno.

Haryo mengatakan IS juga mengoleksi sejumlah film porno dan video cabul di ponselnya. Hal itulah, yang membuat pelaku berhasrat untuk melakukan pemerkosaan terhadap korban.

Menurut Haryo, IS memang telah merencanakan pemerkosaan tersebut dari rumah sebelum bertemu korban. Ia juga sempat mengajak dan merencanakan perbuatan tersebut bersama pelaku lainnya di rumahnya.

Kasus permerkosaan yang dilakukan remaja tidak hanya kali ini terjadi, hal ini menunjukkan bahwa mereka dengan mudahnya melakukan tindakan bejat tersebut tanpa memikirkan akibat. Hal ini memunculkan pertanyaan, pendidikan apa yang mampu membuat remaja bisa memahami hakikat hidup dunia akhirat. Fakta remaja yang melakukan tindakan kejahatan tidak lepas dari dunia pendidikan yang masih duduk di bangku SMP.

Remaja adalah generasi penerus perjuangan bangsa dan Negara, seharusnya remaja disibukkan dengan menuntut ilmu, membina diri agar menjadi remaja siap menghadapi dan memecahkan persoalan hidup di dunia. Jauhnya potret generasi dariyang diharapkan tidak lepas dari aturan sekuler, yakni pemisahan agam dalam kehidupan. Dimana setiap permasalahan yang dihadapi solusi yang ditawarkan adalah tidak menggunakan aturan Allah, sehingga hasil yang didapatkan jauh dari selesainya masalah, tetapi malah menambah masalah baru.

Sistem sekuler menjadikan pendidikan yang tujuan akhir hanya mempfokuskan pada pencapaian materi, sehingga jauh dari pembentukan generasi yang bertakwa. Banyak kita saksikan, dari segi akademik memiliki nilai yang bagus, tetapi apakah menjadikan orang tersebut memiliki kepribadian yang mulia. Banyak kasus pada remaja seperti bullying, narkoba, seks bebas kekerasan, sampai pemerkosaan, dilakukan anak yang memiliki nilai akademik yang bagus.

Mudahnya remaja mengakses konten pornografi juga tidak luput dari lemahnya sistem Negara dalam melindungi rusaknya gerenasi, sehingga sangat wajar ketika para remaja mengakases dengan mudah dan akan menyalurkan hasrat tersebut dengan lawan jenis dengan jalan maksiat. Apalagi bila nanti UU Kesehatan resmi mengatur penyediaan alat kontrasepsi bagi anak usia sekolah dan remaja.

Islam mempunyai aturan yang jelas dalam mendidik generasi, yakni berbasis akidah islam. Pendidikan Islam akan mampu menjadikan remaja menjalani setiap masalah kehidupan dengan solusi yang sesuai dengan tuntunan syariat Islam. Kekuatan akidah, pola fikir dan pola sikap yang ditanamkan dalam sistem pendidikan akan menjadikan setiap muslim berlomba untuk berbuat kebaikan, sehingga untuk melakukan tindakan kriminal atau yang bertentangan dengan Islam, setiap muslim akan berfikir ulang untuk melakukan hal tersebut.

Sistem pendidikan islam sangat mudah diperoleh, karena Negara yang bertanggungjawab atas pendidikan warganya, baik dari fasilitas, pengajar, kebutuhan selama pendidikan (makanan, pakaian,, dan lain-lain), sehingga orang tua tidak dibebani dalam urusan pendidikan anak.

Selain pendidikan secara formal, orang tua juga wajib mendidik anak dalam keluarga. Orang tua tidak hanya memberikan nafkah buat keluarga, tetapi juga mendidik anak. Selain itu juga masyarakat sebagai kontrol dalam mendidik anak, negara melindungi pendidikan anak dalam fungsi tanggungjawabnya sebagai pengurus urusan umat.

Selain itu juga Negara membatasi ataupun menyeleksi media sosial yang dapat memicu, membahayakan bagi penggunanya. Sehingga tidak semua orang dengan mudah meakses media sosial tanpa alasan yang jelas. Media sosial seharusnya dijadikan sarana untuk ilmu pengetahuan, dakwah, amar ma’ruf nahi munkar, sehingga setiap aktifitas di media sosial bernilai ibadah di hadapan Allah.

Islam telah menetapkan umur anak sampai usia baliqh. Jika sudah mencapai usia baliqh, bukan lagi dianggap anak-anak. Muslim baik laki-laki maupun perempuan ketika sudah baliqh, maka sudah menanggung peran dan tanggungjawab sesuai perintah dan larangan Allah SWT. Adapun sanksi diberlakukan tanpa memandang umur, seperti kasus pembunuhan dengan sengaja maka hukum yang berlaku adalah Qishash, danseterusnya. Begitulah Islam menjaga manusia agar selalu berada dalam jalur ketaatan pada Allah SWT.

Hanya dengan mengikuti aturan Allah sang pencipta yang mengetahui segala sesuatu,,segala permasalahan umat bisa diselesaikan. Sudah saatnya kita kembali kepada aturan Allah secara kaffah untuk meraih ridhaNya, baik di duniamaupun di akhirat, wallahu’alam

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper