
BANJARMASIN – Meski tidak ditemukan adanya kasus gagal ginjal pada anak di Kota Banjarmasin, namun dinas kesehatan setempat merasa perlu melakukan langkah antisipasi atas kejadian tersebut.
Pihaknya pun mengumpulkan sejumlah pelaku usaha kuliner, utamanya para pelaku Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) untuk mengenali dan menghindari berbagai bahan pangan berbahaya konsumsi.
Pelaku usaha ini mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyuluhan Keamanan Pangan Bagi IRTP. “Bimtek ini untuk meningkatkan standar sertifikasi sehingga produksi olahan mereka nyaman dan aman dikonsumsi,” kata Kepala Dinkes Kota Banjarmasin, Tabiun Huda, Selasa (13/8).
Ia menekankan agar pintar memilih produk olahan, apalagi makanan itu akan dijual dan dikonsumsi anak-anak dan warga kota lainnya. Pihaknya pun juga menekankan agar makanan tersebut sehat.
Lebih jauh, Tabiun mengungkapkan di Kota Banjarmasin sudah ada 50 pelaku usaha IRTP yang diberikan sertifikasi. “Ini salah satu upaya kita mengantisipasi adanya kasus gagal ginjal anak yang marak diberitakan saat ini di daerah lain,” tuturnya.
Ia berharap tidak ada anak yang mengalami gagal ginjal atau penyakit berat lainnya di Banjarmasin. “Selain itu kami menghimbau masyarakat luas terutama para orang tua agar tidak mengonsumsi gula atau pemanis berlebihan terhadap anaknya. Alangkah baiknya membuatkan bekal supaya anak tidak jajan sembarangan di sekolah,” tuturnya.
Sejauh ini pihaknya juga rutin melakukan giat pengecekan jajanan yang bebas dijual terutama di lingkungan sekolah, sudah rutin dilaksanakan pihaknya dengan bekerjsama Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kota Banjarmasin.
“Alhamdulillah di Banjarmasin tidak ada temuan makanan yang mengandung bahan berbahaya. Masih aman, cuman memang jangan berlebihan,” pungkasnya. via

