Mata Banua Online
Minggu, April 19, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Said Aqil: Makin PBNU Kritik, PKB Semakin Kuat

by Mata Banua
12 Agustus 2024
in Headlines
0
D:\2024\Agustus 2024\13 Agustus 2024\Halaman 1-11 Selasa\said agil.jpg
MANTAN Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj. (Foto:mb/CNNI)

 

JAKARTA – Mantan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj mengatakan kritik hingga serangan yang dilancarkan pengurus PBNU sebagai cambuk dan obat yang pahit bagi PKB.

Berita Lainnya

Kaotmil: Motif Penyerangan Andrie Dendam Pribadi

Kaotmil: Motif Penyerangan Andrie Dendam Pribadi

16 April 2026
JK Laporkan Rismon untuk Ungkap Dalang Pembuat Video

JK Laporkan Rismon untuk Ungkap Dalang Pembuat Video

16 April 2026

Said menyebut semakin kencang PBNU mengkritik PKB, justru membuat partai yang kini dipimpin Muhaimin Iskandar alias Cak Imin itu semakin kuat.

“Jadikan apa yang dihadapi hari ini sebagai cambuk. Jadikan sebagai jamu, pahit, tidak papa asal sembuh. Semakin mereka mengkritik PKB, PKB semakin sehat dah kuat,” kata Said dalam keterangan tertulis di Istigosah Kubro yang digelar DPC PKB Bandung, seperti dikutip CNNIndonesia.com, Senin (12/8).

Said memuji PKB di bawah kepemimpinan Cak Imin yang dianggap terus mengalami kemajuan. Ia menyinggung kesuksesan PKB di Pemilu 2024 yang berhasil kembali lolos ke parlemen dan menambah perolehan kursi DPR.

“Itu semua berkat Gus Muhaimin, dan teman-teman PKB di pusat dan daerah,” katanya.

Said menyaksikan sendiri bagaimana PKB Bandung solid dan jaya. Itu terjadi karena adanya kekompakan antara Nahdlatul Ulama (NU) dan PKB.

“Tanpa kekompakan antara NU dan PKB, tidak mungkin sukses,” ujar Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon.

Mutasyar PBNU masa khidmad 2022-2027 bercerita bahwa ia termasuk tim lima pendiri PKB. Tim lima bertugas membuat konsep PKB. Baik muqadimah maupun AD/ART.

“Dari lima orang anggota tim lima, tiga orang telah meninggal dunia, dan dua orang masih hidup. Yakni, saya dan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin. Tiga orang yang telah berpulang, bapak Rozi Munir, bapak Ahmad Bagdja, dan bapak Mustopa Zuhad,” kata Said.

Kiai Said menambah, lambat laun langkah PKB semakin mantap. Semakin mendapat kepercayaan dari masyarakat.

“Alhamdulillah berkat kerja keras Gus Muhaimin dan seluruh kader PKB dari tingkat pusat maupun daerah,” ujarnya.

Sebelumnya, Hubungan PKB dengan PBNU sedang memanas usai kedua pihak saling lempar pernyataan ke publik.

Konflik itu salah satunya dimulai saat Cak Imin memimpin Tim Pengawasan Haji DPR mengkritik penyelenggaraan haji, mulai dari lokasi bermalam yang sempit hingga keterlambatan pelayanan transportasi.

Cak Imin pun mengetok palu pembentukan Panitia Khusus Haji di DPR untuk memeriksa kinerja Kementerian Agama. Tim Pansus Haji menduga ada korupsi dalam penyelenggaraan haji 2024.

Sementara itu, Kemenag dipimpin oleh Menteri Yaqut Cholil Qoumas. Yaqut adalah eks Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor dan adik Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf. web

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper