
JAKARTA – Istana membantah tudingan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) ikut campur dalam pengunduran diri Airlangga Hartarto dari jabatan Ketua Umum Partai Golkar.
Koordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana mengatakan pengunduran diri itu pilihan pribadi Airlangga. Selain itu, urusan tersebut ada di ranah internal partai.
“Jadi tidak ada kaitannya sama sekali dengan Presiden,” kata Ari melalui keterangan tertulis, Senin (12/8), seperti dikutip CNNIndonesia.com.
Ari mengatakan, pengunduran diri itu tidak berpengaruh terhadap kinerja pemerintahan. Airlangga dipastikan masih menjabat Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
Airlangga pun akan ikut sidang kabinet perdana di Ibu Kota Nusantara (IKN). Menurut Ari, Airlangga sudah tiba di IKN sejak kemarin.
“Dari semalam sampai hari ini beliau mendampingi Bapak Presiden di Ibu Kota Nusantara,” ucapnya.
Sebelumnya, Airlangga mengejutkan publik dengan pengunduran diri dari ketua umum Partai Golkar. Dia hanya berkata ingin menjaga keutuhan Golkar dengan pengunduran diri itu. Lewat suatu video, ia mengakui telah berhenti dari jabatannya sejak Sabtu (10/8) malam.
Ia beralasan mundur demi menjaga keutuhan Golkar dan stabilitas masa transisi pemerintahan dari era Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Prabowo Subianto.
Golkar akan menunjuk pelaksana tugas ketua umum setelah keputusan Airlangga itu. Lalu pintu menggelar musyawarah nasional luar biasa (munaslub) pun terbuka.
“Dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, bahwa munas luar biasa itu bisa terselenggara apabila ketua umum itu mengalami tiga hal,” ucap Doli dalam konferensi pers di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Minggu (11/8).
“Pertama adalah apabila seorang ketum berhalangan tetap. Kedua terkena masalah hukum. Ketiga apabila ketua umum mengundurkan diri,” imbuhnya.
Terpisah, Jusuf Hamka alias Babah Alun meragukan jika Airlangga Hartarto mundur dari Ketum Partai Golkar karena keinginan pribadi.
“Kalaupun, kalaupun itu keinginan beliau pribadi, saya juga ragu kalau ditanya,” kata Babah Alun usai mengantarkan surat pengunduran diri sebagai kader Golkar di Kantor DPP Golkar, Jakarta, Senin (12/8), seperti dikutip CNNIndonesia.com.
Namun, ketika ditanya apakah Airlangga mundur karena dipaksa oleh pihak lain, Babah Alun juga tak menjawab tegas. “Tapi kalau ada yang memaksa mundur atau tidak, waallahu a’lam bishawab,” ujarnya.
Jusuf Hamka mengaku hingga kini masih belum berkomunikasi lagi dengan Airlangga usai ia mundur sebagai ketum. Namun, ia memastikan akan segera berkomunikasi dengan Airlangga dan takkan meninggalkannya.
“Pak Airlangga you are not alone, i will be with you and i don’t let you walk alone,” ujar dia.
Babah Alun yang juga mundur sebagai kader Golkar itu mengaku pengundurannya itu bukan karena mengikuti langkah Airlangga.
Ia menyebut telah cukup lama memikirkan untuk mundur sebagai kader Golkar. Setelah mundur sebagai kader ini pun, Babah Alun mengaku takkan lagi berkecimpung di dunia politik.
“Momentumnya pas, Tuhan sayang sama saya, kan saya bilang waktu saya dicalonkan kemarin, ‘Inalillahi wa innailahi rajiun’. Berarti saya enggak happy tapi saya harus jalankan,” ucapnya. web

