
BANJARMASIN- Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia Habib Hamid Abdullah SH MH mengingatkan masyarakat untuk memahami nilai-nilai empat pilar yang meliputi Pancasila sebagai dasar dan Ideologi negara UUD NRI tahun 1945 sebagai konstitusi negara serta keettapan MPR Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.
Sebenarnya sosialisasi empat pilar ini sudah sering dilaksanakan kepada masyarakat dimana sebelumnya dalam pelajaran P4 yang dari cara baris berbaris dan lainnya itu sempat dilaksanakan di sekolah-sekolah.
“ Saya mengharapakan masyarakat memahami nilai-nilai 4 pilar yang terkandung di dalamnya yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI an Bhineka Tunggal Ika,” ujar Habib Hamid Abdullah saat membuka kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang dihadiri perwakilan warga Kota Banjarmasin di gedung aula RRI Banjarmasin, Senin (22/1) sore.
Habib Hamid menegaskan bahwa nilai-nilai luhur yang terkandung dalam empat pilar kebangsaan harus terus digali, dipahami, dan dipedomani dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
“Empat Pilar yang telah dicetuskan oleh para pendiri bangsa kita telah terbukti mampu merawat kebersamaan di tengah kemajemukan dan keanekaragaman suku, budaya, bahasa maupun agama. Oleh karena itu, nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya harus senantiasa kita gali dan pahami secara utuh, menyeluruh dan berkelanjutan,” jelasnya.
Ia berharap, anak cucu nanti uga turut merasakan indahnya hidup berdampingan dalam suasana damai, penuh kekeluargaan, kebersamaan dalam satu kesatuan NKRI.Selain itu, Habib juga mengingatkan khususnya kepada kaum milenial agar lebih bijak dalam bermedia sosial. Tindakan-tindakan yang berpotensi memecah belah persatuan hendaknya sedapat mungkin diminimalisir.
Eksistensi media sosial yang sekarang lekat dengan keseharian kaum muda/milenial, telah membawa arus informasi yang begitu cepat tersebar.Oleh karena itu, hendaknya dipergunakan secara bijak. Setiap perbadaan perlu disikapi dengan saling menghargai, toleransi dan tidak memaksakan kehendak.rds

