Mata Banua Online
Senin, Maret 16, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Konsolidasi Kurikulum Merdeka di Tengah Krisis Pembelajaran

by matabanua
6 Juni 2023
in Opini
0
D:\2023\Juni 2023\7 Juni 2023\8\8\Yusri Hajjo Dwipa.jpg
Yusri Hajjo Dwipa (Mahasiwa Pendidikan Kima Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)

 

Seiring berjalannya waktu, dunia pendidikan terus menerus mengalami perkembangan baik dari segi kualitas, mutu serta kebijakan pemerintah untuk melakukan perbaikan. Tentunya kebijakan yang dibuat pemerintah untuk melakukan peningkatan terhadap kualitas pendidikan Indonesia bersifat dinamis dan berkelanjutan. Salah satu kebijakan pemerintah yang dinamis terkait peningkatan kualitas pendidikan yaitu adanya perubahan kurikulum pendidikan yang digunakan.

Berita Lainnya

Kasus Keracunan MBG Berulang , Generasi Menjadi Korban

Kasus Keracunan MBG Berulang , Generasi Menjadi Korban

15 Maret 2026
Berburu Wajib Pajak: Beban Rakyat di Tengah Krisis Anggaran

Perang AS-Israel Vs Iran, Ramai Warga Panic Buying BBM

15 Maret 2026

Adanya pengembangan kurikulum ini bertujuan untuk melakukan perencanaan dan penyusunan model pembelajaran serta menyesuaikan dengan kondisi yang ada saat ini. Perbaikan demi perbaikan terus dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan menghasilkan outcome yang efektif mulai dari kurikulum 1974 yang dikenal dengan kurikulum Belanda hingga kurikulum 2013 dan sekarang kurikulum terbaru yaitu kurikulum merdeka. Perkembangan kurikulum ini merupakan suatu dinamika yang memberikan respon terhadap tuntutan bagaimana perubahan struktural pemerintahan, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kecepatan arus globalisasi. Terdapat tiga hal yang mempengaruhi adanya pengembangan kurikulum yaitu: (1) the essential curriculum, meliputi keterampilan dan pengetahuan minimum yang dimana indeks pencapaiannya harus diukur menggunakan teknik quality control, (2) the potential curriculum, yang meliputi bagaimana pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki anak berkesinambungan dengan perkembangan, jenjang sekolah, serta kebutuhan.

Dalam hal ini diperlukan adanya evaluasi secara terus menerus untuk mengetahui peningkatannya, (3) the vocational curriculum, meliputi keterampilan dan pengetahuan khusus yang dimiliki anak. Untuk melihat kualitasnya dapat melalui prediksi dan tingkat pencapaiannya. Secara konseptual bahwa setiap kurikulum yang diterapkan memiliki ciri khas dan perkembangan yang baik. Namun, masih kurang dalam implementasi yang merupakan bentuk aktualisasi dari kurikulum yang direncanakan. Untuk pelaksanaan kurikulum dibutuhkan konsep, prinsip, implementasi yang kuat, serta prosedur dan pendekatan yang strategis, sehingga pemerintah membuat kebijakan untuk menerapkan kurikulum merdeka sebagai bentuk perkembangan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Kurikulum merdeka merupakan suatu kurikulum yang menggunakan pembelajaran intrakurikuler untuk mengoptimalkan serta menguatkan kompetensi yang dimiliki oleh peserta didik. Kurikulum merdeka menjadi penyempurna dari adanya kurikulum 2013 dan sebagai penguatan lebih pada potensi dan kompetensi peserta didik terutama dalam aspek keterampilan.Kurikulum merdeka ini memiliki prinsip untuk menguatkan pencapaian profil pelajar pancasila dan sudah disesuaikan dengan kebutuhan belajar, minat serta bakat masing-masing peserta didik. Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim meluncurkan Kurikulum Merdeka bersamaan dengan Platform Merdeka Mengajar pada Jumat 11 Februari 2022 secara langsung melalui kanal YouTube Kemdikbud. Nadiem menjelaskan alasan diluncurkannya kurikulum merdeka ini sebagai bentuk perbaikan dari adanya krisis pembelajaran di Indonesia semenjak pandemi Covid-19 yang menyebabkan hilangnya pembelajaran yang menyebabkan adanya kesenjangan dalam pembelajaran. Pada saat pandemi Covid-19, terjadi perubahan pembelajaran menjadi pembelajaran jarak jauh yang menyebabkan krisis pembelajaran menjadi semakin parah. Ketika peserta didik mengalami krisis pembelajaran, maka mereka akan kehilangan kompetensi yang telah dipelajari sebelumnya serta tidak mampu menuntaskan pembelajaran yang dijalankan karena tidak mampu memahami materi pembelajaran yang diterimanya. Adanya kurikulum merdeka ini sebagai bentuk alternatif untuk mengejar ketertinggalan pembelajaran selama masa pandemi. Efektivitas kurikulum dengan kondisi khusus semakin menjadi alasan kuat untuk melakukan perubahan rancangan dan strategi implementasi kurikulum secara lebih komprehensif.

Kurikulum merdeka merupakan salah strategi yang digunakan untuk mengatasi krisis pembelajaran yang dialami Indonesia. Pada kurikulum merdeka materi dirancang dengan fleksibel, fokus terhadap materi yang esensial, serta memberikan ruang kepada guru untuk menggunakan berbagai perangkat ajar sesuai dengan kebutuhan dan keadaan peserta didik. Kurikulum merdeka ini memiliki beberapa keunggulan diantaranya, kurikulum merdeka ini dirancang lebih sederhana dan mendalam karena kurikulum ini berfokus pada materi esensial dan lebih kepada pengembangan kompetensi peserta didik, kurikulum ini lebih relevan dan interaktif dimana pembelajaran dilakukan melalui kegiatan projek yang akan memberikan kesempatan lebih luas kepada peserta didik untuk lebih aktif mengeksplorasi masalah aktual seperti topik tentang lingkungan, kesehatan, serta topik tentang pengembangan karakter profil pelajar Pancasila.

Kurikulum merdeka ini memiliki sifat yang adaptif dimana dapat mengatasi adanya krisis pembelajaran di Indonesia. Dengan diterapkannya kurikulum ini maka diharapkan mampu menciptakan generasi yang mampu menyesuaikan diri, bertahan menghadapi perubahan zaman dengan kekuatan dan potensi yang dimiliki, memiliki pola pikir yang kritis serta mampu berkembang kearah yang lebih positif. Adanya penerapan kurikulum merdeka ini menjadikan perubahan besar tidak hanya kepada peserta didik, namun juga kepada guru dengan mengedepankan proses pembelajaran yang esensial sesuai dengan bakat dan minat yang dimiliki oleh peserta didik. Hal itu akan melahirkan proses pembelajaran menjadi sebuah interaksi yang akan menciptakan ruang pembelajaran yang lebih efektif dan positif. Oleh karena itu, dengan diterapkannya kurikulum merdeka ini diharapkan sebagai konsolidasi di tengah krisis pembelajaran dan menjadi jembatan untuk mencapai visi pendidikan untuk mengantarkan peserta didik menjadi manusia yang merdeka, mandiri, dengan karakter dan kompetensi yang mencerminkan profil pelajar Pancasila.

 

 

Tags: kurikulum merdekaYusri Hajjo Dwipa Mahasiwa Pendidikan Kima Fakultas Ilmu Tarbiyah
Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper