TANJUNG – Menanggapi peristiwa pemadaman listrik yang belakangan ini sering terjadi khususnya di wilayah Kabupaten Tabalong, pemerintah kabupaten (pemkab) menggelar pertemuan bersama manajemen PT PLN Persero ULP Tanjung, Kamis (30/7).
Dalam pertemuan ini, Bupati Tabalong H Muhammad Noor Rifani meminta penjelasan dari manager PLN ULP Tanjung Mekka Iriyandie, mengenai kondisi terkini sistem kelistrikan serta langkah-langkah yang telah dilakukan PLN untuk mengatasi gangguan pasokan listrik.
Usai pertemuan, bupati menjelaskan pemadaman listrik yang terjadi belakangan ini disebabkan adanya gangguan pada tiga pembangkit listrik yang menjadi bagian dari sistem interkoneksi Kalimantan Selatan dan Tengah.
“Salah satunya PLTU di PT TPI di Tabalong, saat ini sudah kembali beroperasi dan masuk ke dalam sistem interkoneksi, sehingga durasi pemadaman diharapkan semakin singkat dan tidak lagi terjadi setiap hari,” katanya
PLN juga menargetkan satu pembangkit lain di Kalimantan Tengah kembali beroperasi pada 5 Agustus mendatang, dan apabila berjalan sesuai rencana maka potensi terjadinya pemadaman akan semakin kecil, karena pasokan listrik dalam sistem interkoneksi akan semakin stabil.
Bupati pun berharap proses pemulihan dapat berjalan lancar agar pelayanan kelistrikan kepada masyarakat segera kembali normal.
“Jadi pemadaman karena adanya kerusakan tiga pembangkit, satu pembangkit sudah baik, kemudian satu pembangkit lagi pada 5 Agustus akan baik. Kalau itu sudah baik keduanya, Insha Allah pemadaman ini akan sangat minim terjadi,” jelasnya.
Sementara, Manager PLN ULP Tanjung menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat pemadaman listrik.
Mekka menjelaskan, saat ini satu pembangkit telah kembali beroperasi melalui TPI, yang selanjutnya pembangkit kedua dijadwalkan beroperasi pada 5 Agustus, disusul pembangkit ketiga pada 25 Agustus.
“Kami memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan terutama di Tabalong, karena kami juga tidak menghendaki adanya pemadaman ini,” ujarnya.
Apabila tahapan tersebut berjalan sesuai rencana, lanjut dia, maka akhir Agustus kondisi kelistrikan di Tabalong dapat kembali normal.
Ia pun meminta masyarakat tetap bersabar serta memberikan dukungan selama proses pemulihan sistem kelistrikan masih berlangsung. yan
