TABALONG – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 di Kabupaten Tabalong di isi dengan kegiatan Hari Keluarga Tanpa Gawai (Haktawa), yang secara khusus membersamai keluarga dengan anak berkebutuhan khusus.
Kegiatan yang diselenggarakan di Ballroom Aston Tanjung Hotel, Sabtu (25/7), digagas Perkumpulan Putra/Putri Sarabakawa (Perkumpulan Pusaka) bekerja sama dengan FUNTIME.
Kegiatan ini dihadiri Bupati Tabalong Ir HM Noor Rifani SH ST MT bersama istri yang juga Bunda PAUD Kabupaten Tabalong Hj Desi Suryanti Noor Rifani.
Bupati Tabalong HM Noor Rifani menyambut baik inisiatif pelaksanaan Haktawa yang dinilai memberikan ruang bagi keluarga untuk menghabiskan waktu bersama tanpa ketergantungan pada gawai.
“Anak-anak dapat menemukan kegembiraan melalui kegiatan bermain dan belajar bersama keluarga,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan seperti ini penting untuk memperkuat interaksi antara orangtua dan anak, terlebih dalam rangkaian peringatan Hari Anak Nasional perhatian terhadap tumbuh kembang dan pemenuhan hak anak perlu terus menjadi perhatian bersama.
Ia menyebutkan, Haktawa kali ini secara khusus dirancang untuk membersamai keluarga dengan anak berkebutuhan khusus. Kegiatan dikemas secara menyenangkan dan inklusif agar anak-anak dapat beraktivitas, belajar, dan bermain bersama keluarga dalam suasana yang hangat dan penuh kegembiraan.
Salah satu aktivitas yang dilakukan dalam Haktawa ini, yakni membuat sajian buah hias yang dipandu Chef dari Aston Tanjung Hotel, sehingga anak-anak bersama orangtua dapat berkreasi mengolah dan menyajikan buah dalam bentuk yang menarik.
Direktur Eksekutif Perkumpulan Pusaka yang juga Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan dari Fraksi PKS Firman Yusi menambahkan, Haktawa merupakan upaya mengajak keluarga kembali membangun interaksi langsung di tengah tingginya penggunaan gawai dalam kehidupan sehari-hari.
“Haktawa bukan sekadar mengajak keluarga berhenti menggunakan gawai, tetapi memberikan ruang untuk hadir sepenuhnya bersama keluarga, terutama bersama anak-anak,” katanya.
Ia mengatakan, momentum Hari Anak Nasional menjadi kesempatan penting untuk memperkuat perhatian terhadap anak berkebutuhan khusus dan keluarganya.
“Setiap anak memiliki hak untuk tumbuh, belajar, bermain, dan mendapatkan kasih sayang dalam lingkungan keluarga. Karena itu, kegiatan ini kami hadirkan sebagai ruang kebersamaan dan kegembiraan bagi keluarga dengan anak berkebutuhan khusus,” ujarnya.
Firman pun berharap kegiatan Haktawa dapat terus dikembangkan sebagai gerakan yang mendorong keluarga untuk menyediakan waktu berkualitas bersama anak-anak.
“Melalui kegiatan sederhana seperti bermain, belajar, dan berkreasi bersama, keluarga diharapkan dapat membangun komunikasi yang lebih kuat, sekaligus menciptakan pengalaman positif bagi tumbuh kembang anak,” pungkasnya. rds
