JAKARTA-Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kabupaten Tapin dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan, telah berhasil ditangani sepenuhnya oleh tim gabungan.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan di Jakarta, melaporkan bahwa insiden karhutla yang terjadi pada Senin (20/7) ini menghanguskan lahan seluas 7,43 hektare di dua wilayah tersebut.
“Kedua kejadian karhutla di Kabupaten Tapin dan Hulu Sungai Selatan telah berhasil ditangani petugas di lapangan dan api dipastikan sudah padam,” kata dia.
Abdul memaparkan, kebakaran di Kabupaten Tapin menghanguskan sekitar 3,1 hektare lahan semak belukar yang tersebar di Kelurahan Raya Belanti Kecamatan Binuang, Kelurahan Bitahan Kecamatan Lokpaikat, serta Kelurahan Bungur Kecamatan Bungur.
Sementara itu, karhutla di Kabupaten Hulu Sungai Selatan melalap lahan seluas 4,33 hektare yang berlokasi di Desa Baluti Kecamatan Kandangan dan Desa Ambutun Kecamatan Telaga Langsat.
Abdul memaparkan, sebagaimana prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), diketahui Kalimantan bagian selatan diproyeksikan masih didominasi cuaca cerah hingga berawan dalam dua hingga tiga hari ke depan, yang berpotensi meningkatkan risiko karhutla.
BNPB mengimbau, pemerintah daerah untuk memperketat patroli terpadu di kawasan rawan, mengoptimalkan deteksi dini titik panas (hotspot), serta menyiagakan personel dan peralatan pemadaman.
“Masyarakat juga diminta untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar maupun menyalakan api di kawasan yang rentan, serta segera melapor kepada aparat setempat jika menemukan titik api agar penanganan terpadu dapat segera dilakukan,” kata dia.{[an/mmb03]}
