BANJARMASIN- Anggota DPD RI, H. Gusti Farid Hasan Aman, SE, AKt,MBA, pegang komitmen PLN tidak akan ada lagi pemadaman listrik di wilayah Kalimantan Selatan.

Hal tersebut disampaikan seusai rapat dengar pendapat dengan PT.PLN ( Persero) UID Kalsel-Kalteng dengan menghadirkan Senior Manager Distribusi PT.PLN Kalsel-Kalteng, Setiyawan, ?Senior Manager Perencanaan, Roxy Swagerino, ?Manager Komunikasi, Ahmad Humaidi dan Asman Komunikasi, Vigor.

Anggota DPD RI, H. Gusti Farid Hasan Aman, SE, AKt,MBA, menggelar pertemuan dengan PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. “Dari hasil pertemuan tersebut, pihak PLN menyampaikan komitmennya bahwa, insya Allah, tidak akan ada lagi pemadaman listrik di wilayah Kalimantan Selatan,” ujar Gusti Farid di kantor DPD RI di Banjarmasin,Rabu ( 15/7) sore.

PLN juga menjelaskan bahwa pasokan batu bara dalam kondisi aman dan tidak mengalami kendala.

Permasalahan yang sempat terjadi berasal dari gangguan pada pembangkit listrik, namun saat ini telah berhasil diatasi.

Dengan demikian, diharapkan ke depan pasokan listrik dapat kembali berjalan normal tanpa adanya pemadaman.

Ia juga meminta kepada pihak PLN agar benar-benar memastikan tidak terjadi lagi pemadaman listrik yang merugikan masyarakat.

Hasil pertemuan ini selanjutnya akan dibawa ke Jakarta sebagai bahan koordinasi lanjutan agar persoalan serupa tidak kembali terulang.

Menurut penjelasan PLN, gangguan kelistrikan yang terjadi sebelumnya tidak hanya dialami Kalimantan Selatan, tetapi juga sempat terjadi di beberapa wilayah lain, seperti Sumatera dan Pulau Jawa. Namun, seluruh permasalahan tersebut kini telah ditangani.

Dengan adanya komitmen dari PLN, masyarakat Kalimantan Selatan diharapkan dapat kembali memperoleh layanan kelistrikan yang andal dan stabil tanpa pemadaman.

Sementara,Senior Manager Distribusi PT.PLN Kalsel-Kalteng, Setiyawan menjelaskan

pihak PLN menyampaikan komitmennya bahwa tidak akan ada lagi pemadaman listrik di wilayah Kalimantan Selatan.

“Kami berharap sistem komunikasi ke depan semakin baik sehingga suplai listrik kepada masyarakat menjadi lebih andal, lebih berkesinambungan, dan tidak lagi terjadi gangguan yang berulang,” katanya.

Terkait harapan masyarakat agar pemberitahuan mengenai kondisi kelistrikan lebih tepat sasaran, PLN telah memperkuat sistem komunikasi dengan para pemangku kepentingan, mulai dari tingkat RT, RW, kelurahan, hingga kecamatan.

Seluruh jaringan komunikasi tersebut telah dihimpun sehingga informasi mengenai kondisi kelistrikan dapat diperbarui setiap saat apabila terdapat hal yang perlu disampaikan kepada masyarakat maupun pelanggan PLN.

“Alhamdulillah, hingga saat ini seluruh pekerjaan perbaikan telah selesai dan sistem kelistrikan sudah kembali normal. Harapan kami, ke depan tidak ada lagi gangguan. Apabila masih terdapat gangguan, baik yang dialami pelanggan secara individual maupun gangguan yang berdampak lebih luas, masyarakat dapat segera melaporkannya melalui aplikasi PLN Mobile atau Call Center 123 agar dapat segera ditindaklanjuti,” tandasnya.

Ini berkat dukungan rekan-rekan media serta seluruh pemangku kepentingan, baik dari eksternal maupun internal PLN, hingga dapat menyelesaikan proses perbaikan lebih cepat dari target awal yang telah ditetapkan. rds