BANJARMASIN – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Ahmad Syarwani melihat kondisi yang terjadi di lapangan, melihat masih terjadi pemadaman listrik yang berulang-ulang.

Hal ini tentu sangat merugikan masyarakat maupun pemerintah daerah. “Karena itu, kami meminta PLN untuk meningkatkan koordinasi, memperbaiki sistem komunikasi kepada masyarakat, serta memberikan kepastian mengenai batas waktu maksimal penyelesaian perbaikan jaringan,” ujar Sarwani seusai rapat Paripurna DPRD Kalsel di Banjarmasin,Kamis (9/7).

Ia juga telah menerima berbagai laporan bahwa dampak pemadaman tidak hanya sebatas terhentinya pasokan listrik.

Sejumlah warga mengalami kerusakan peralatan elektronik di rumah, terganggunya aktivitas sehari-hari, hingga kerugian ekonomi.

Kondisi ini menjadi perhatian serius karena kemampuan finansial masyarakat untuk mengganti atau memperbaiki peralatan yang rusak juga sangat terbatas.

Selain itu, persoalan ini telah banyak diberitakan media dan dikeluhkan masyarakat.

Dampak yang ditimbulkan semakin besar, termasuk terganggunya berbagai aktivitas masyarakat di sekitar aliran Sungai Martapura. Tentu kondisi seperti ini sangat merugikan masyarakat.

“Oleh karena itu, kami berharap ada solusi terbaik (win-win solution) antara seluruh pihak terkait agar permasalahan ini dapat segera diselesaikan, sehingga kehidupan masyarakat dapat kembali berjalan normal, aman dan stabil,” jelas anggota Fraksi Nasdem.rds