Oleh :Firman
Waktu menunjukkan pukul 06.00 Wita pada Senin (15/6) pagi saat Nur Revalina bersiap untuk berangkat ke sekolah.
Anak berusia 10 tahun itu merupakan murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Bukit Baru di Desa Sejahtera Mulia, Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.
Jarak sekolah yang beralamat di Jalan UPT Bukit Baru RT 08 Dusun III dari rumahnya di PT Sumpol Timber Km 29 RT 04 kurang lebih delapan kilometer.
Setelah berjalan beberapa kilometer menuju kantor desa setempat, dia dijemput bus Polri milik Polres Tanah Bumbu jajaran Polda Kalimantan Selatan yang hari itu mengantarkan para siswa ke sekolah.
Kehadiran bus polisi ini untuk menggantikan sementara bus sekolah bantuan dari perusahaan setempat yang tidak bisa beroperasi lantaran kendala teknis.
Revalina bersama puluhan anak lainnya dari sejumlah sekolah nampak senang ketika sudah berada dalam bus untuk menempuh perjalanan menuju sekolah.
Selama perjalanan, anak-anak sekolah ditemani Briptu Ronal Saputra, anggota Bhayangkara pembina keamanan dan ketertiban masyarakat (Bhabinkamtibmas) Desa Sejahtera Mulia dari Polsek Satui.
Sang Bhabin juga membagikan kotak berisi beberapa kue untuk sarapan anak-anak sebelum menjalani proses belajar di sekolah.
Keberadaan bus sekolah begitu vital bagi anak-anak di Desa Sejahtera Mulia. Jarak yang jauh menuju sekolah serta kondisi jalan hamparan batu dan tanah liat rasanya tidak memungkinkan bagi anak untuk berangkat sendiri ke sekolah.
Apalagi situasi perjalanan sepi dengan kawasan hutan dan perkebunan kelapa sawit membuat semakin rawan jika anak pergi sendirian.
Terlebih jika dalam kondisi hujan, jalan sangat licin dan beberapa titik tergenang air sehingga sulit rasanya bagi anak untuk bersepeda apalagi berjalan kaki.
Keterbatasan orang tua untuk bisa mengantarkan anak ke sekolah juga menjadi kendala.
Revalina putri dari pasangan Arbainah dan Rahmi. Orang tuanya petani padi dan jagung yang menggarap lahan pertanian di Km 24 Dusun Pabilahan.
Sebagai anak pertama, Revalina jadi harapan besar orang tuanya untuk bisa sukses hidup lebih layak dibandingkan kondisi bapak dan ibunya yang hanya petani.
Bercita-cita menjadi Polwan, Revalina terus memupuk semangatnya untuk sekolah.
Terlebih kini setiap hari ini ia bertemu polisi yang menjemputnya pulang pergi ke sekolah, semangat meraih cita-cita itu semakin membara.
Terobosan positif
Aksi sigap Polres Tanah Bumbu mengerahkan bus untuk membantu anak sekolah berawal dari keluhan masyarakat Desa Sejahtera Mulia yang tidak lagi mendapat jemputan bus perusahaan untuk anak-anak mereka.
Padahal warga selama ini sangat mengandalkan sarana transportasi tersebut untuk berangkat dan pulang sekolah.
Keluhan ini didengar Briptu Ronal Saputra yang kemudian melapor ke Kapolsek Satui AKP Apriansyah yang langsung menindaklanjuti ke Kapolres Tanah Bumbu AKBP Arief Prasetya.
Tak berpikir panjang, Kapolres langsung memerintahkan untuk pengerahan bus Polri yang dimiliki Polres.
Terhitung sejak sejak 11 Juni 2026, bus milik Polres pun dioperasionalkan khusus untuk antar jemput anak sekolah dan disiagakan di Mako Polsek Satui.
Kapolres menegaskan anak-anak Desa Sejahtera Mulia harus tetap masuk sekolah, sehingga fasilitas yang dimiliki Polri dikerahkan untuk membantu kebutuhan belajar anak sekolah untuk sementara waktu.
“Kami berkomitmen selama masih dibutuhkan, armada bus Polres harus tetap melayani anak-anak sekolah,” kata Arief.
Selain menyediakan sarana transportasi, Polres Tanah Bumbu juga memberikan edukasi kepada para siswa-siswi serta membagikan camilan sebagai bentuk perhatian dan dukungan terhadap dunia pendidikan.
Adapun rute bus dimulai pagi pukul 06.30 Wita dari Kantor Desa Sejahtera Mulia menuju SMAN 1 Satui. Kemudian pukul 06.57 dari SMAN 1 Satui menuju Pal 24 Pabilahan.
Selanjutnya pukul 07.29 rute Pal 24 Pabilahan menuju SMPN 5 Pabilahan untuk mengangkut penumpang siswa-siswi SDN 1 Bukit Baru, SDN 2 Bukit Baru dan SMPN 5 Pabilahan.
Pada pukul 07.58 dilanjutkan rute SMPN 5 Pabilahan menuju SDN 2 Bukit Baru dengan penumpang siswa SDN 2 Trans.
Selanjutnya bus parkir di SDN 2 Bukit Baru menunggu kepulangan siswa untuk kembali diantarkan ke rumah masing-masing.
Armada bus Polres Tanah Bumbu membawa siswa dari Desa Sejahtera Mulia menuju sekolah dengan melintasi jalan licin dan tergenang dalam kondisi hujan. (ANTARA/Firman)
Tanggung jawab bersama
Saat ini total ada 56 anak di Desa Sejahtera Mulia yang merupakan wilayah pelosok Kecamatan Satui
mengandalkan jemputan bus ke sekolah.
Mereka terdiri atas 14 murid Sekolah Dasar (SD), 13 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan
29 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA).
Jarak terjauh dari rumah siswa ke sekolah ada yang mencapai lebih dari 10 kilometer.
Kehadiran bus selama ini sangat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat tak terkecuali pihak sekolah.
Baik guru maupun kepala sekolah kerap khawatir jika anak tak bisa berangkat ke sekolah akibat kendala transportasi.
Kecemasan itu sering muncul manakala armada bus perusahaan tak bisa menjemput akibat kendala teknis.
Oleh karenanya, para guru mengaku lega ketika mengetahui kini Polres Tanah Bumbu turun membantu.
Kepala SDN 2 Bukit Baru Asmiati mengatakan semangat belajar anak mayoritas terbilang tinggi dilihat dari kehadiran.
Dia mengungkapkan jarang sekali ada anak yang tidak masuk tanpa alasan jelas. Sehingga semangat positif ini harus terus dijaga agar anak tetap rajin sekolah.
“Harapan kita tentu paling tidak anak-anak di desa ini bisa menempuh pendidikan sampai SMA agar masa depan mereka lebih baik,” katanya.
Pakar pendidikan dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Prof Ahmad Suriansyah mengatakan apa yang dilakukan Polres Tanah Bumbu sudah sejalan dengan konsep Tri Pusat Pendidikan dari Ki Hajar Dewantara.
Keterlibatan aktif seluruh elemen bangsa ini akan membentuk lingkungan belajar yang holistik.
“Jadi pendidikan tidak bisa dibebankan sepenuhnya pada guru atau Dinas Pendidikan saja, semuanya harus hadir bergerak dengan aksi nyata,” katanya.
Pria yang akrab disapa Prof Sur ini menjelaskan keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan termasuk dukungan penunjang bagi anak menuju sekolah seperti moda transportasi seyogianya bisa diatasi dengan kolaborasi berbagai pihak.
Dia menekankan, yang terpenting koordinasi dan sinergi dengan satu semangat yang sama bagaimana anak-anak tetap harus sekolah.
Kualitas sumber daya manusia hanya bisa ditingkatkan melalui pendidikan yang menjadi fondasi mengubah nasib dan memutus rantai kemiskinan.
Pendidikan dapat membentuk karakter seseorang sebagai bekal meniti karier menuju masa depan lebih baik. (ant)
