BANJARMASIN- Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Rapat Kerja PLN terkait Gangguan Jaringan Listrik di Provinsi Kalsel.

Rapat di hadiri GM PLN UID Kalselteng Iwan Soelistijono, Manager PLN UP3 Banjarmasin,Yanuar,Kepala Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia Provinsi Kalsel,Hadi Rahman dan Pimpinan Yayasan Lembaga Konsumen Intan Kalimantan,Fauzan Ramon.

GM PLN UID Kalselteng,Iwan Soelistijono mengatakan tadi sudah dijelaskan bahwa memang terjadi force outage, yaitu gangguan yang tidak direncanakan di 11 perusahaan swasta.

Gangguan tersebut cukup berdampak karena terjadi kerusakan pada pembangkit listrik.

Dari pihak PLN, khususnya divisi pembangkitan, juga telah memberikan penjelasan mengenai kondisi tersebut.

“Hasil rapat hari ini menyebutkan bahwa perbaikan ditargetkan selesai sekitar akhir bulan September,” ujar Iwan di Banjarmasin,Kamis (2/7) sore.

Saat ini memang masih ada gangguan, tetapi kondisinya masih dalam batas normal. “Sistem kelistrikan tidak mengalami pemadaman, hanya saja cadangan daya kita menjadi sangat kecil,” jelasnya.

Mudah-mudahan ke depan tidak ada gangguan lagi sehingga pasokan listrik tetap aman.

Terkait turbin, itu merupakan bagian dari operasional pembangkit dan memang merupakan milik PLN.

“Adapun mengenai dugaan penyebab seperti adanya pembakaran atau faktor lainnya, saya tidak bisa memberikan tanggapan karena itu bukan kewenangan saya,” tandasnya.

Yang jelas, pembangkit lain dalam kondisi baik. Mengenai penyebab pasti gangguan tersebut, masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut. Jadi, ia tidak bisa berspekulasi.rds