BANJARMASIN – Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) menggratiskan jajanan puluhan gerobak UMKM di pasar rakyat dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026 di kawasan car free day Jalan Jenderal Sudirman Banjarmasin, Minggu.
“Alhamdulillah pasar rakyat ini disambut antusias masyarakat, kita senang-senang bersama menikmati kebersamaan sembari berolahraga pagi,” kata Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan.
Acara diawali jalan santai dengan rute mengitari sepanjang kawasan siring Tugu Nol Kilometer menuju Mahligai Pancasila dan kembali ke titik kumpul di halaman eks Kantor Gubernur Kalsel.
Setelah berkeringat sehat, Kapolda mengundang masyarakat yang hadir untuk menikmati seluruh jajanan yang disediakan 25 gerobak UMKM secara gratis.
Polda Kalsel juga menggandeng Dinas Pertanian Kalsel hingga Bulog dalam gelaran Gerakan Pangan Murah yang menjual beras dan minyak goreng hingga gula dengan harga di bawah harga pasar.
Kapolda menyatakan kegiatan bertema Polri untuk masyarakat itu dapat membantu pendapatan para pedagang kecil.
Kemudian bagi masyarakat terbantu mendapatkan sembako murah di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok saat ini.
Samsul pedagang bakso mengaku ada lima gerobak dagangannya ludes diborong Kapolda.
Dia pun mengantongi uang hasil penjualan sebesar Rp7,5 juta hanya dalam waktu singkat. “Alhamdulillah ada 750 porsi bakso habis,” ucapnya penuh syukur.
Senada disampaikan Khoriun Latif, pedagang es cendol yang menjual 200 porsi minuman dengan harga borongan Rp1,5 juta untuk dua gerobak.
“Terima kasih Pak Kapolda dan ibu dagangan saya sudah dibeli, ini berkah Hari Bhayangkara bagi rakyat kecil seperti saya,” ucapnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan Syamsir Rahman turut menyampaikan terima kasih kepada Kapolda yang telah memfasilitasi Gerakan Pangan Murah.
Dia mengungkapkan pihaknya turut berpartisipasi menyediakan berbagai kebutuhan pokok bersubsidi atas arahan Gubernur Kalsel.
Berbagai komoditas yang dijual antara lain beras, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, gula, ayam, hingga beras lokal. Harga yang ditawarkan jauh lebih rendah dibanding harga normal.
Misalnya untuk beras SPHP harga yang biasanya Rp59.000 dijual hanya Rp55.000 per paket 5 kilogram.
Beras lokal yang biasanya Rp13.000 per kilogram dijual Rp10.000 per kilogram. Sementara bawang merah turun dari Rp12.000 menjadi Rp10.000, bawang putih dari Rp18.000 menjadi Rp15.000, dan minyak goreng dari Rp17.000 menjadi Rp15.000 per liter.
“Alhamdulillah, dalam waktu singkat semuanya habis. Antusias masyarakat luar biasa. Kesempatan ini benar-benar dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” ungkapnya. ant
