JAKARTA – Kementerian Perdagangan (Kemendag) meminta sektor hotel, restoran, kafe (horeka) hingga ritel modern meningkatkan penyerapan telur dan daging ayam menyusul harga kedua komoditas tersebut yang masih berada di bawah harga eceran tertinggi (HET).
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan, pemerintah telah mengirimkan surat kepada pelaku usaha horeka dan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) agar meningkatkan pebelian telur dan ayam dari produsen dalam negeri.
Langkah itu ditempuh untuk memperluas saluran distribusi sekaligus menopang harga di tingkat peternak. “Harga telur, harga ayam, tadi saya tanya Ibu, ya semua masih di bawah HET. Kami sudah menyampaikan surat ke horeka, hotel, restoran, kafe, untuk menyerap telur, ayam, kemudian juga ke Aprindo, ke ritel, sudah kita kirim suratnya untuk menyerap produk-produk kita di sana. Karena memang kita itu butuh pasar dan butuh channel distribusinya. Butuh tempat untuk jualan,” kata Budi Senin.
Budi juga mendorong restoran menambah penggunaan telur dan ayam alam menu makanan agar permintaan terhadap kedua komoditas tersebut meningkat. “Kalau di restoran, misalnya ya oke lah, menunya mungkin ditambah telurnya atau ayamnya. Karena misalnya ini Ayam Gepuk, jadi kami harapkan tadi banyak menyerap dari produsen-produsen ayam kita,” ujarnya.
Jika menengok Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kemendag, tren harga telur ayam ras dan daging ayam ras kompak anjlok selama sebulan terakhir, yakni pada 25 Mei-19 Juni 2026.
Untuk telur ayam misalnya, pada 19 Juni, harga komoditas ini turun 0,11% menjadi Rp27.543 per kilogram dari Rp27.573 per kilogram pada 18 Juni 2026. Sementara itu, harga daging ayam ras naik 0,02% dari Rp36.039 per kilogram pada 18 Juni 2026 menjadi Rp36.046 per kilogram pada 19 Juni 2026.
Sementara itu, beberapa harga pangan nasional di pasar tradisional terpantau mayoritas mengalami kenaikan pada awal pekan ini. Kenaikan terjadi pada sejumlah komoditas utama mulai dari beras, bawang, gula, minyak goreng hingga protein hewani.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia, Senin, harga beras seluruh kategori tercatat naik.
Kenaikan harga juga terjadi pada kelompok bawang. Harga bawang merah ukuran sedang naik 12,18% menjadi Rp61.700 per kilogram. Sementara itu, bawang putih ukuran sedang naik 8,79% menjadi Rp46.400 per kilogram.
Untuk komoditas cabai, pergerakan harga cenderung bervariasi. Harga cabai merah besar turun 7,19% menjadi Rp54.850 per kilogram. Harga minyak goreng juga masih bergerak naik. Minyak goreng curah naik 2,91% menjadi Rp21.200 per liter. bisn/mb06
