BANJARBARU – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Banjarbaru bersama Kelurahan Syamsudin Noor memberikan edukasi pencegahan penyalahgunaan narkoba kepada anggota Paguyuban Kesenian Kuda Lumping Turonggo Pratiwi Putro.

Lurah Syamsudin Noor Fitria Khairani di Banjarbaru, Sabtu, mengatakan, kegiatan dalam bentuk sosialisasi merupakan bagian dari Program IBM yang melibatkan masyarakat melalui Agen Pemulihan untuk mendukung pencegahan dan rehabilitasi penyalahgunaan narkoba.

“Melalui agen pemulihan, masyarakat tidak hanya mendapat pendampingan rehabilitasi, tetapi juga diberi edukasi tentang bahaya narkoba di lingkungan masing-masing,” ujar Fitria pada Sosialisasi Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) dan P4GN di RT 21 RW 05 Kelurahan Syamsudin Noor.

Ia menjelaskan, paguyuban kesenian dipilih sebagai sasaran sosialisasi karena mayoritas anggotanya merupakan anak-anak dan remaja yang rentan terhadap pengaruh pergaulan bebas di masa sekarang.

Menurut Fitria, kegiatan itu diharapkan mampu meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai bahaya narkoba sekaligus mendukung terwujudnya Kelurahan Syamsudin Noor sebagai Kelurahan Bersinar (Bersih dari Narkoba).

“Tujuan Program IBM mewujudkan Kelurahan Syamsudin Noor sebagai Kelurahan Bersinar atau Bersih dari Narkoba melalui penguatan peran masyarakat dalam pencegahan dan rehabilitasi,” ujar lurah perempuan itu.

Agen Pemulihan BNN Kota Banjarbaru Erwin Solihan mengatakan peserta mendapat materi tentang bahaya menghirup lem, penyalahgunaan obat di luar dosis, hingga konsumsi minuman oplosan yang berisiko bagi kesehatan.

“Kami berharap anak-anak berani melapor apabila mengetahui adanya penyalahgunaan narkoba sehingga bisa segera ditindaklanjuti melalui rehabilitasi agar mereka tidak semakin dalam terjerumus menjadi korban narkoba,” ucapnya.

Ketua Paguyuban Turonggo Pratiwi Putro Marsidi mengapresiasi kegiatan dan berharap edukasi serupa terus dilakukan untuk membekali generasi muda agar menjauhi narkoba serta tetap mencintai seni dan budaya.

“Kami berharap kegiatan berlanjut agar anak-anak semakin memahami bahaya narkotika, memiliki keberanian menjauhinya, tetap mencintai seni dan budaya, serta menjadikan paguyuban rumah yang aman bagi tumbuhnya generasi yang sehat, berkarakter, dan bebas dari narkoba,” kata Marsidi. ant