MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) setempat mengadakan seleksi Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih (Duta Pepelingasih) tingkat Kabupaten Banjar di Hotel Roditha Banjarbaru, Kamis (18/6) siang.

Seleksi Duta Pepelingasih Kabupaten Banjar tahun ini menyasar para pemuda-pemudi lokal, untuk menghimpun minat dan kepedulian mereka terhadap isu-isu lingkungan.

Para peserta ditantang untuk menunjukkan peran nyata dan solutif, dalam menghadapi berbagai permasalahan lingkungan saat ini.

Kepala Disbudporapar Banjar H Irwan Jaya melalui Kasi Pemberdayaan dan Pengembangan Pemuda Supriyadi mengatakan, dalam seleksi ini para peserta diuji berdasarkan pengalaman mereka dalam mengelola lingkungan.

Mulai dari pengelolaan limbah sampah, hingga peran serta menjaga kebersihan daerah aliran sungai. Menariknya, tahun ini para peserta melahirkan berbagai inovasi pemanfaatan limbah.

“Dari pengalaman mereka mengelola lingkungan, baik itu limbah dari sampah, kemudian peran sertanya dalam mengelola lingkungan yang bersih di sungai, hari ini ada beberapa inovasi yang mereka buat seperti lampu yang terbuat dari bahan sampah,” ujarnya.

Supriyadi menjelaskan, antusiasme pemuda tergolong luar biasa pada tahun ini. Dari target awal sebanyak 25 orang, ternyata jumlah peserta yang mendaftar dan mengikuti seleksi melonjak hingga mencapai 32 orang peserta.

Dari seluruh rangkaian seleksi, nantinya akan dipilih tiga duta terbaik (Juara 1, 2, dan 3). Mereka yang terpilih akan mendapatkan edukasi mendalam dari tim juri, termasuk dari pihak Bank Sampah dan Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH), sebelum akhirnya melaju untuk mewakili Kabupaten Banjar di kompetisi tingkat provinsi pada bulan Juli atau Agustus mendatang.

Ia berharap, melalui ajang Pepelingasih ini, lahir agen-agen perubahan muda yang siap memberikan kontribusi nyata, dalam menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

Salah satu juri, H Gusti Rendy Firmansyah menegaskan, muatan kemampuan terhadap pemahaman pengelolaan lingkungan, serta aksi dan inovasi nyata menjadi poin paling krusial.

“Hal ini dikarenakan para pemenang nantinya akan didelegasikan untuk bersaing di tingkat provinsi hingga nasional. Lebih dari itu, kami mencari sosok duta yang memiliki jiwa aplikatif, bukan sekadar mumpuni secara teori,” ujarnya.

Terpisah, Juara 1 Helma bersyukur atas raihan yang dicapai. Menurutnya, ada dua program kerja utama yang menjadi fokus pergerakan ke depan.

Program pertama, fokus pada edukasi dan kreativitas, yakni mengajak generasi muda untuk mengolah limbah menjadi karya yang bernilai jual tinggi. Guna memicu minat tersebut, ke depannya akan diadakan serangkaian perlombaan pemanfaatan limbah secara kompetitif.

Untuk program kedua, fokus diarahkan pada pengaktifan kembali Cafe Bank Sampah. Fasilitas yang sebenarnya sudah diinisiasi sejak tahun 2021 ini sempat vakum, dan kini siap dibuka kembali dengan konsep baru yang lebih menarik bagi anak muda.

Menghadapi kompetisi tingkat Provinsi Kalimantan Selatan, Helma berharap dapat memberikan hasil terbaik bagi Kabupaten Banjar.

Pada seleksi Duta Pepelingasih Kabupaten Banjar 2026, Juara I diraih Helma, Terbaik II Siti Anisa dan Terbaik III Salim A Vadaq. Sementara Harapan I diraih Zaini Aripin.

Para pemenang menerima trofi, piagam penghargaan dan uang pembinaan yang diserahkan dewan juri Dewi Heldayati dari Bank Sampah Sekumpul, serta Hendrit Purwanto selaku Ketua Pepelingasih Provinsi Kalimantan Selatan. ril/dio