BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin terus memantau realisasi Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2026. Dalam evaluasi terbaru, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) telah menunjukkan progres pelaksanaan kegiatan, meski masih terdapat beberapa program yang belum terealisasi.
Walikota Banjarmasin HM Yamin melalui Sekretaris Daerah Kota Ichrom Muftezar mengatakan, serapan DAK di beberapa sektor sudah mencapai lebih dari 50 persen, sementara sebagian lainnya masih berada di kisaran 28 persen. Namun, terdapat pula kegiatan yang belum menunjukkan realisasi sama sekali.
“Memang ada yang sudah terealisasi lebih dari 50 persen, ada yang sekitar 28 persen. Namun untuk beberapa kegiatan DAK masih belum terealisasi dan ini perlu kita kawal bersama,” ujarnya, usai monitoring dan evaluasi penyaluran DAK fisik dan DAK non fisik tahun 2026, di aula BPKPAD Banjarmasin, Kamis (18/6/2026)
Ia menjelaskan, batas akhir pengusulan tahap pertama DAK jatuh pada 22 Juni mendatang. Karena itu, seluruh perangkat daerah diminta aktif mengajukan program melalui aplikasi KRISNA yang dikoordinasikan oleh Bappeda.
“Walikota juga berpesan agar seluruh SKPD yang memungkinkan mengusulkan kegiatan melalui DAK, baik fisik maupun nonfisik, dapat segera mengajukannya melalui Bappeda lewat aplikasi KRISNA,” katanya.
Dalam evaluasi tersebut, Pemko juga menyoroti adanya sisa lebih penggunaan anggaran (SiLPA) pada tahun 2025. Kondisi itu menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan program tahun ini berjalan lebih optimal.
Untuk mempercepat pengawasan, rapat evaluasi yang sebelumnya digelar setiap triwulan akan ditingkatkan menjadi setiap bulan.
“Awalnya tiga bulan sekali, tetapi kami minta bulan depan sudah diagendakan lagi agar bisa memantau perkembangan fisik maupun keuangan secara lebih intensif,” ujarnya.
Menurutnya, seluruh SKPD akan mendapatkan pengawasan yang sama. Namun, kegiatan yang progresnya masih nol persen saat ini berada di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) karena masih dalam tahap administrasi dan perencanaan.
“Yang belum berjalan sama sekali memang di PUPR karena masih berproses. Mereka sedang melengkapi berbagai persyaratan dan mudah-mudahan sebelum batas waktu pengajuan tahap pertama semuanya sudah masuk,” katanya.
Salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah kegiatan di kawasan Citra Basir yang saat ini masih dalam tahap penyelesaian Detail Engineering Design (DED). Pemerintah berharap proses perencanaan segera rampung sehingga pekerjaan fisik dapat segera dimulai.
“Saat ini masih proses DED. Saya akan pantau langsung. Kalau sudah selesai, mudah-mudahan pekerjaan fisiknya segera masuk tahap pelaksanaan,” ujarnya.
Pemkot optimistis seluruh kegiatan yang telah direncanakan masih dapat dilaksanakan dan diselesaikan hingga akhir tahun anggaran.
“Kita akan terus mendorong percepatan pelaksanaan. Mudah-mudahan dengan waktu yang masih tersedia, seluruh program bisa berjalan dan selesai tepat waktu sebelum akhir tahun,” pungkasnya. via
