BANJARMASIN – Momentum peringatan 500 tahun Kota Banjarmasin diharapkan semakin memperkuat kerukunan dan toleransi antarumat beragama. Pemerintah Kota Banjarmasin menilai keberagaman yang dimiliki masyarakat menjadi salah satu kekuatan utama yang harus terus dijaga dan dikembangkan.
Wakil Walikota Banjarmasin Hj Ananda mengatakan, sejauh ini kondisi toleransi beragama di Banjarmasin dinilai berjalan dengan sangat baik. Hal tersebut tercermin dari meningkatnya indeks toleransi kota yang terus menunjukkan tren positif dari tahun ke tahun berdasarkan hasil penilaian berbagai lembaga terkait.
“Alhamdulillah, sejauh ini toleransi beragama di Kota Banjarmasin sudah sangat baik. Indeks toleransi Kota Banjarmasin juga terus meningkat setiap tahunnya. Kami berharap momentum 500 tahun Kota Banjarmasin dan inisiasi pembentukan Kampung Toleransi ini dapat semakin meningkatkan toleransi umat beragama,” ujarnya dalam sosialisasi Perda No 4/2023 Perda No 4 tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Toleransi Kehidupan Bermasyarakat, sekaligus rembuk warga dalam membangun kampung toleransi, di Vihara Dharmasoka Banjarmasin, Senin (15/6).
Menurutnya, Banjarmasin merupakan kota yang memiliki tingkat keberagaman tinggi, baik dari sisi agama, suku, maupun budaya. Keberagaman tersebut menjadi aset berharga yang membedakan Banjarmasin dengan daerah lain.
“Kita tahu Kota Banjarmasin adalah kota yang sangat beragam. Keberagaman itulah yang menjadi kekayaan kita. Mungkin kita tidak memiliki sumber daya alam yang melimpah, tetapi keberagaman masyarakat menjadi sumber daya yang sangat berharga bagi Kota Banjarmasin,” katanya.
Melalui penguatan nilai toleransi dan kerukunan, ia berharap Banjarmasin dapat terus menjadi kota yang inklusif, harmonis, dan mampu menjadikan keberagaman sebagai modal sosial untuk mendukung pembangunan daerah di masa mendatang.
Sementara, Kepala Kesbangpol Kota Banjarmasin, Ahmad Muzaiyin mengatakan, rembuk warga menjadi momentum untuk memperkuat nilai kebersamaan dan kerukunan di tengah masyarakat kota Banjarmasin yang mencapai 500 tahun.
Tentunya,pihaknya berharap partisipasi masyarakat yang tinggi yang dapat menjadi cerminan kuatnya toleransi dan solidaritas antarwarga. “Dengan rembuk warga ini menunjukkan adanya toleransi dan kebersamaan warga kota yang sangat baik dan ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan hari jadi kota ke 500 tahun,” ujarnya
Selain itu dapat menyerap aspirasi masyarakat sekaligus memperkuat peraturan wali kota (perwali) sebagai pedoman pelaksanaannya.
Pada kesempatan yang sama, dilakukan pula penetapan salah satu kawasan yakni kelurahan Kampung Gedang sebagai kawasan percontohan yang diharapkan dapat menjadi role model penerapan nilai-nilai toleransi dan kerukunan di tingkat masyarakat. “Diharapkan ada lagi kampung toleransi berikutnya yang dapat memperkuat kehidupan sosial yang harmonis, menjaga persatuan, serta menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh warga,” katanya. via
