TANJUNG – Bupati Tabalong H Muhammad Noor Rifani melakukan peninjauan ke RSUD H Badaruddin Kasim (HBK) di Maburai untuk melihat kondisi pelayanan secara riil, sekaligus berdialog langsung dengan pasien dan masyarakat yang sedang menerima layanan kesehatan, Senin (22/6).

Hal ini merupakan komitmen Pemerintah Kabupaten Tabalong dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan terus diwujudkan melalui langkah nyata di lapangan.

Peninjauan tersebut dilakukan sebagai bentuk perhatian dan kepeduliannya terhadap kualitas pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan.

Dalam kunjungan itu, bupati tidak hanya meninjau fasilitas rumah sakit, tetapi juga mengamati langsung proses pendaftaran pasien, pelayanan poliklinik, hingga kesiapan sarana dan peralatan kesehatan terbaru yang dimiliki RSUD HBK.

“Saya ingin melihat langsung bagaimana pelayanan yang diterima masyarakat. Tadi saya menyaksikan sendiri proses pendaftaran pasien,” ujarnya.

Haji Fani –sapaan akrabnya– mengatakan, dengan adanya anjungan pendaftaran mandiri, satu pasien dapat langsung terlayani menuju poli hanya dalam waktu sekitar dua menit.

Meski demikian, ia juga menangkap aspirasi masyarakat yang menginginkan kenyamanan lebih saat proses pendaftaran berlangsung, salah satunya terkait penyediaan tempat duduk bagi pasien yang sedang menunggu giliran mendaftar.

“Aspirasi masyarakat ini akan segera kami tindaklanjuti. Kita akan mencari solusi terbaik agar masyarakat tetap nyaman saat mengakses layanan kesehatan,” tambahnya.

H Fani juga menyoroti tingginya jumlah kunjungan pasien pada beberapa poli, terutama Poli Penyakit Dalam, Poli Saraf, dan Poli Jantung.

Untuk mengatasi potensi antrean dan meningkatkan kecepatan pelayanan, Pemkab Tabalong bersama manajemen RSUD HBK telah menyiapkan langkah strategis berupa penambahan dokter spesialis yang akan bertugas secara bersamaan dalam satu poli.

Menurutnya, skema tersebut akan memungkinkan pembagian pasien secara lebih proporsional, sehingga waktu tunggu dapat ditekan dan pelayanan menjadi lebih cepat.

“Kita akan siapkan ruangannya tahun ini. Nanti dokter spesialis yang sama dapat praktik bersama setiap hari. Jika ada 50 pasien, misalnya di Poli Jantung, maka dapat dibagi, sehingga pelayanan menjadi lebih cepat dan optimal,” jelasnya.

Selain meninjau layanan rawat jalan, bupati juga mengunjungi ruang Cath Lab (Kateterisasi Jantung) yang merupakan bantuan pemerintah pusat melalui Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Peralatan canggih tersebut nantinya akan digunakan untuk tindakan kateterisasi jantung serta penanganan stroke.

Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan layanan kesehatan rujukan di Kabupaten Tabalong, sehingga pasien tidak perlu lagi di rujuk ke daerah lain untuk mendapatkan penanganan tertentu.

“Golden time penanganan stroke hanya sekitar empat hingga enam jam. Dengan fasilitas ini, harapan kita masyarakat Tabalong dapat segera ditangani di daerah sendiri tanpa harus di rujuk ke luar daerah,” katanya.

Ia juga menyampaikan, tenaga medis pendukung telah dipersiapkan melalui pendidikan dan pelatihan khusus agar mampu mengoperasikan peralatan tersebut secara optimal. yan