BANJARMASIN – DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) terus mendorong penguatan kebijakan penanganan kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL) melalui berbagai langkah strategis.

Salah satunya dengan mendukung wacana penerapan sistem Weight In Motion (WIM) di sejumlah titik, serta penambahan jembatan timbang guna memperketat pengawasan angkutan barang.

Sekretaris Komisi II DPRD Kalsel H Jahrian menegaskan, persoalan ODOL harus menjadi perhatian serius karena berdampak langsung terhadap keselamatan lalu lintas dan ketahanan infrastruktur jalan.

“Risiko kecelakaan lalu lintas akan semakin tinggi jika ODOL tidak segera ditangani secara serius,” ucapnya saat menghadiri Seminar Nasional Formulasi Kebijakan dan Inovasi Teknologi dalam Akselerasi Transformasi Logistik Zero ODOL Kalsel 2027, di General Building Library Lecture Theatre Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Rabu (17/6) siang.

Meski demikian, ia mengingatkan keberadaan angkutan barang tetap memiliki kontribusi penting terhadap distribusi logistik dan pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, diperlukan kebijakan yang seimbang antara penegakan aturan dan keberlanjutan sektor transportasi.

Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas infrastruktur jalan sebagai langkah strategis untuk menekan angka kecelakaan akibat ODOL.

Menurutnya, kondisi jalan yang memadai akan mampu meminimalisir risiko di lapangan. “Perbaikan infrastruktur jalan yang memadai akan mampu mengurangi risiko kecelakaan di lapangan,” pungkasnya. rds