Close Menu
  • Headline
  • Indonesiana
  • Pemprov
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Banjar
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
  • Kotabaru
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sportivitas
    • Opini
    • Mozaik

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Senin Mendatang,DPRD Kalsel Sampaikan Tuntutan ke DPR RI

Juni 25, 2026

51 ASN Dilantik

Juni 25, 2026

Pemkab Kotabaru Sapa Jamaah Haji, melalui “Live Info Haji”

Juni 25, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Mata Banua
  • Headline
  • Indonesiana
  • Pemprov
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Banjar
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
  • Kotabaru
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sportivitas
    • Opini
    • Mozaik
Mata Banua
  • Headline
  • Indonesiana
  • Pemprov
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
  • Kotabaru
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ragam
Home»Ragam»Opini»Kacamata Minus Penyambung Harapan
Opini

Kacamata Minus Penyambung Harapan

Mata BanuaBy Mata BanuaJuni 25, 2026Tidak ada komentar5 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
Ketua Bhayangkari Daerah Kalimantan Selatan Yennie Rosyanto Yudha bersama Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan saat menyerahkan kacamata minus bagi Aqila Rizkya (12) dan kakaknya Humaira Ramadhania (16).(foto:mb/ant)
Ketua Bhayangkari Daerah Kalimantan Selatan Yennie Rosyanto Yudha bersama Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan saat menyerahkan kacamata minus bagi Aqila Rizkya (12) dan kakaknya Humaira Ramadhania (16).(foto:mb/ant)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Oleh: Firman

Dengan mata berkaca-kaca, Yennie Rosyanto Yudha tak mampu menyembunyikan rasa harunya.

Tangisnya pecah saat menyaksikan kebahagiaan yang terpancar dari wajah Aqila Rizkya (12) dan sang kakak, Humaira Ramadhania (16).

Ketua Bhayangkari Daerah Kalimantan Selatan itu baru saja menyerahkan kacamata minus sebagai alat bantu penglihatan kepada kedua kakak beradik tersebut.

Selama dua tahun terakhir, Aqila dan Humaira mengalami rabun jauh dengan tingkat minus di atas 5,00 atau termasuk kategori minus tinggi.

Kondisi itu membuat penglihatan mereka kabur dan mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk proses belajar di sekolah.

Aqila saat ini duduk di kelas V SDN Pangeran 3 Banjarmasin, sementara Humaira menempuh pendidikan di kelas XI SMAN 11 Banjarmasin.

Sang ayah, Niagara, mengaku tidak mampu membelikan kacamata karena harganya berada di luar jangkauan kondisi ekonomi keluarga yang serba pas-pasan.

Tinggal di sebuah rumah sederhana di Jalan Agatis III, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, dengan pekerjaan yang tidak tetap, Niagara hanya bisa pasrah menghadapi kondisi gangguan penglihatan yang dialami kedua putrinya.

Hingga akhirnya bantuan itu datang dari Polda Kalimantan Selatan yang membelikan masing-masing anaknya kacamata minus berkualitas terbaik senilai Rp6 juta.

Tak hanya itu, Polda Kalsel juga memesan lensa khusus langsung dari Thailand karena Aqila dan Humaira mengalami gangguan penglihatan yang cukup berat.

Niagara tak mampu lagi berkata-kata. Ia hanya mengucap syukur atas bantuan yang diterima dan berharap Allah SWT membalas segala kebaikan Kapolda Kalsel beserta seluruh jajarannya.

Wali Kelas V SDN Pangeran 3 Banjarmasin, Norjenah Hayati, mengatakan Aqila merupakan anak yang cerdas dan memiliki semangat belajar yang tinggi.

Bahkan di tengah keterbatasan penglihatannya akibat rabun jauh, Aqila tetap mampu fokus mengikuti kegiatan belajar di kelas.

“Saya kadang kasihan, maka Aqila saya tempatkan duduk di bagian depan agar lebih dekat dengan papan tulis,” ungkapnya.

Kepala SDN Pangeran 3 Banjarmasin, Ahmad Syadzali, turut mengapresiasi langkah Polda Kalsel yang memberikan bantuan kacamata gratis kepada sejumlah murid di sekolahnya.

Menurutnya, bantuan tersebut sangat bermanfaat dan tepat sasaran bagi para siswa yang membutuhkan.

Kacamata minus itu bukan sekadar alat bantu penglihatan, melainkan juga penyambung harapan bagi anak-anak untuk terus belajar dan meraih masa depan yang lebih baik.

Seribu kacamata gratis

Aqila dan Humaira merupakan bagian dari seribu pelajar yang menerima bantuan kacamata gratis dari Polda Kalimantan Selatan dalam rangkaian Bakti Kesehatan Polri menyambut Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026.

Bantuan tersebut diberikan secara bertahap kepada para siswa yang sebelumnya telah terdata sebagai penerima.

Program ini diawali dengan skrining kesehatan mata terhadap sekitar 2.500 siswa dari 14 sekolah di Banjarmasin. Pemeriksaan dilakukan oleh tim gabungan Polresta Banjarmasin, Bidang Dokkes Polda Kalsel, dan Rumah Sakit Bhayangkara TK III Banjarmasin.

Dari hasil skrining awal, sekitar 620 siswa dinyatakan layak menerima bantuan kacamata gratis berdasarkan kondisi kesehatan mata serta latar belakang ekonomi keluarga.

Namun seiring tingginya antusiasme masyarakat untuk mendapatkan bantuan serupa, atas petunjuk Kapolda Kalsel Irjen Pol. Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, jumlah bantuan kemudian ditingkatkan menjadi seribu kacamata.

Kapolda mengatakan program bantuan kacamata bagi pelajar tersebut sejalan dengan arahan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo agar Bakti Kesehatan Polri kali ini juga menyentuh sektor pendidikan.

Anak-anak menjadi sasaran utama karena mereka merupakan generasi penerus bangsa yang tengah berjuang meraih cita-cita melalui pendidikan.

Selain pembagian kacamata minus, kegiatan tersebut juga menyediakan layanan pengobatan gigi gratis bagi 250 anak. Sebanyak 10 anak lainnya turut difasilitasi menjalani operasi cleft palate atau celah bibir dan langit-langit mulut.

Yudha menegaskan bahwa kesehatan merupakan faktor kunci bagi anak-anak dalam mewujudkan impian mereka di masa depan.

Menurutnya, berbagai gangguan kesehatan dapat menjadi hambatan bagi tumbuh kembang dan potensi anak untuk berkembang secara optimal.

“Jadi yang utama bagi setiap anak itu sehat dulu. Ini faktor kunci tumbuh kembang anak, termasuk dalam memicu tingkat kecerdasan,” tegasnya.

Kapolda juga mendorong agar Rumah Sakit Bhayangkara dapat menyelenggarakan program bakti kesehatan secara berkelanjutan sepanjang tahun.

Ia berupaya agar anggaran Badan Layanan Umum (BLU) yang dimiliki Rumah Sakit Bhayangkara dapat dialokasikan untuk memberikan berbagai layanan medis gratis bagi masyarakat kurang mampu.

Langkah tersebut dinilai penting mengingat tingginya animo masyarakat terhadap program bakti kesehatan Polri di tengah tekanan ekonomi, serta kebutuhan layanan kesehatan yang sering kali tidak dapat ditunda.

Negara hadir

“80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat.” Itulah tema yang diusung Polri pada peringatan Hari Bhayangkara tahun ini.

Sejumlah kegiatan pun digelar Polda Kalsel dan 13 Polres jajaran untuk memperingati pengabdian luhur insan Bhayangkara bagi ibu pertiwi.

Seluruh kegiatan dirancang agar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Mulai dari bakti sosial berupa pembagian sembako, bedah rumah, pembangunan sumur bor, hingga berbagai layanan bakti kesehatan.

Rosyanto Yudha Hermawan menegaskan, berbagai program tersebut merupakan wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat.

Menurutnya, di tengah dinamika global yang turut memengaruhi kondisi dalam negeri, Polri bersama seluruh jajaran di daerah terus berupaya hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

Kabid Dokkes Polda Kalsel Kombes Pol. dr. Muhammad El Yandiko melaporkan, dalam kegiatan Bakti Kesehatan Polri yang dipusatkan di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin, sebanyak 7.414 orang telah menerima layanan kesehatan gratis.

Selain pemeriksaan kesehatan umum, layanan yang diberikan meliputi operasi katarak, operasi cleft palate, khitanan massal, pembagian 300 kacamata baca bagi orang dewasa, hingga pemberian kaki palsu kepada tujuh penerima manfaat.

Salah satunya adalah Aspiani (56), warga Banjarbaru, yang akhirnya dapat mewujudkan impiannya untuk kembali berjalan tanpa kursi roda. Sebelumnya, kaki kanan Aspiani harus diamputasi akibat komplikasi penyakit diabetes.

Selama 18 bulan terakhir, ia berjuang melawan sakit dan lebih banyak terbaring tanpa mampu menjalani aktivitas seperti biasa.

Kini harapan untuk kembali menjalani kehidupan secara mandiri tumbuh kembali berkat bantuan kaki palsu dari Polda Kalsel, sebuah bentuk nyata kehadiran negara bagi rakyatnya.

Sebagai lembaga negara yang bertugas memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, Polri terus bertransformasi. Pengabdiannya tidak lagi hanya terlihat dalam menjaga kamtibmas dan menegakkan hukum, tetapi juga melalui berbagai aksi kemanusiaan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

Dari bantuan kesehatan hingga dukungan bagi mereka yang membutuhkan, Polri berupaya menghadirkan pengabdian tanpa batas agar masyarakat dapat menatap masa depan yang lebih baik. (ant)

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
Previous ArticleEra B50, dari Ketahanan Energi Hingga Posisi Baru RI di Panggung Dunia
Next Article Apriyani Beralih ke Ganda Campuran Bersama Dejan Ferdinansyah
Mata Banua

Related Posts

Era B50, dari Ketahanan Energi Hingga Posisi Baru RI di Panggung Dunia

Juni 25, 2026

Mengangkat Potensi Terpendam Tradisi Suroan Pencak Silat di Madiun

Juni 24, 2026

Penangguhan Tahanan dan Ujian Kesetaraan Hukum

Juni 24, 2026

Menelusuri Perjalanan Panjang Pacu Jalur; dari Rimba ke Kepian Narosa

Juni 23, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Pilihan
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Mata Banua
© 2026 Matabanua.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.