BANJARMASIN – Bertepatan de­ngan komitmen memperluas jang­kauan layanan dan men­do­rong pertumbuhan ekonomi dae­rah di kancah internasional, PT Bank Pembangunan Daerah Ka­li­mantan Selatan (Bank Kalsel) res­mi meluncurkan (launching) sta­us operasional baru sebagai Bank Devisa pada hari Senin, (22/6).

Bertempat di Bank Kalsel Kan­tor Pusat, diawali dengan pem­bukaan Rekening Valas (Va­lu­ta Asing) layanan ini di­res­mi­kan langsung oleh Gubernur Ka­li­mantan Selatan, H. Muhidin.

Melalui peresmian ini, Bank Kalsel siap untuk melayani ber­bagai transaksi perbankan dalam mata uang asing (valuta asi­ng/valas), sekaligus membuka pin­tu bagi nasabah untuk ter­hu­bung langsung dengan ekosistem per­bankan global secara lebih mu­dah, aman dan tepercaya.

Direktur Utama Bank Kal­sel, Fachrudin, menyampaikan bah­wa peningkatan status men­jadi Bank Devisa ini meruakan to­nggak sejarah baru (milestone) ya­ng sangat strategis bagi per­tum­buhan korporasi dan pe­la­yan­an masyarakat di Banua.

“Peningkatan status menjadi Bank Devisa ini merupakan ja­wab­an nyata kami atas dinamika ke­bu­tuhan nasabah yang kian glo­bal, mulai dari pelaku usaha, in­stansi, hingga masyarakat umum. Melalui status baru ini, ke­butuhan transaksi internasional ki­ni bisa dilakukan dengan jauh le­bih mudah dan aman langsung me­lalui Bank Kalsel. Melalui sta­tus Bank Devisa, nasabah ki­ni dapat melakukan transaksi in­ternasional langsung melalui Bank Kalsel tanpa harus me­ng­gu­nakan jasa Bank Devisa lain sebagai perantara layanan,” ujar Fachrudin.

Sebagai Bank Devisa, Bank Kal­sel menghadirkan spektrum la­yanan yang jauh lebih luas di­ban­dingkan status operasional se­be­lumnya sebagaiBank Non-De­visa. Perbedaan mendasar ter­letak pada kapabilitas ako­mo­dasi transaksi lintas negara.

Jika Bank Non-Devisa umum­nya hanya melayani tran­sak­si domestik dalam mata uang Ru­piah, kini nasabah baik perorangan maupun korporasi da­pat menikmati portofolio pro­duk internasional secara kom­pre­hensif di Bank Kalsel, mulai dari pembukaan rekening valas, trans­fer uang ke luar negeri (re­mi­ttance), penerimaan dana dari luar negeri, hingga aktivitas jual be­li mata uang asing (ban­k­no­tes).

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Kalsel, H. Muhidin, me­ngungkapkan rasa syukurnya atas peresmian layanan Bank De­visa yang baru saja di­lun­curkan.

“Alhamdulillah, hari ini kita me­luncurkan layanan Bank De­vi­sa Bank Kalsel atas izin dari OJK dan BI. Tentu dengan adanya layanan ini, diharapkan da­pat meningkatkan daya saing eng­an bank lain, sehingga kita bi­sa melakukan transaksi la­ng­sung ke luar negeri,” ujarnya.

Beliau juga mengimbau se­luruh pengusaha, HIPMI, Ka­din, ASN, pelaku usaha, aso­si­asi, UMKM, serta masyarakat luas untuk memanfaatkan tran­sak­si langsung di Bank Kalsel. De­ngan beralihnya Bank Kalsel menjadi bank devisa, mas­ya­ra­kat diharapkan dapat me­ni­ng­kat­kan tabungannya di sana demi men­dukung kemajuan Bank Kalsel yang lebih baik.

“Selain itu, Bank Kalsel ha­rus terus menjaga kepercayaan ya­ng diberikan oleh OJK dan BI se­cara berkesinambungan. Hal ini perlu dibarengi dengan pe­ni­ngkatan kualitas SDM yang pro­fesional demi kemajuan layanan Bank Devisa Bank Kalsel ke de­pan,” pungkasnya.

Kehadiran Layanan Tran­saksi Devisa dari Bank Kalsel ini dirancang secara khusus untuk menyasar berbagai segmen masyarakat yang membutuhkan flek­sibilitas finansial lintas ne­gara.

Salah satu manfaat utama ya­ng dihadirkan adalah kemudahan ba­gi masyarakat yang sedang melakukan persiapan ibadah um­rah maupun haji. Bagi nasabah ya­ng akan berangkat ke Tanah Su­ci dan bingung mencari tempat pe­nukaran uang, Layanan Tran­saksi Devisa dari Bank Kalsel ha­dir menjadi salah satu solusi uta­ma untuk memenuhi ke­bu­tuh­an mata uang Riyal (SAR).

Bukan cuma untuk ke­bu­tuh­an ibadah ke Tanah Suci, la­yanan Bank Devisa ini juga mem­berikan manfaat besar bagi ke­lompok nasabah lainnya, an­tara lain:

Mahasiswa di Luar Negeri: Me­mudahkan orang tua yang me­miliki anak kuliah di lua negeri dan memerlukan kiriman biaya hi­dup maupun biaya pendidikan se­cara rutin setiap bulan.

Wisatawan (Traveler): Mem­­­bantu perencanaan ke­u­ang­an bagi nasabah yang berencana me­­lakukan liburan ke luar ne­geri.

Pelaku Usaha Finansial & UKM: Mendukung para pelaku Usa­­ha Kecil Menengah (UKM) ma­u­pun korporasi yang me­la­ku­kan transaksi perdagangan atau ekspor-impor dengan mitra bis­nis di luar negeri.

Penerima Dana Lintas Ne­gara: Memfasilitasi nasabah ya­ng secara berkala menerima atau meng­irimkan dana dari dan ke luar negeri.

Ak­ti­vitas pengiriman dana be­r­ka­la tersebut didukung oleh la­yan­an Remittance, yaitu layanan pengiriman dan penerimaan dana dari dan/atau ke luar negeri me­lalui jaringan perbankan inter­na­sional yang terhubung me­ng­gu­nakan sistem SWIFT. Layanan ini memastikan setiap transaksi lin­tas negara milik nasabah ber­ja­lan secara aman, resmi, dan efisien.

Bank Kalsel menjamin bah­wa seluruh infrastruktur tran­sak­si internasional, termasuk peng­gu­naan kode identitas unik SWIFT (Society for Worldwide Interbank Financial Teleco­m­mu­ni­cation) dengan SWIFT Code: PDKSIDBB, telah terintegrasi de­ngan ketat dan aman. SWIFT Co­de merupakan identitas in­ter­na­sional Bank Kalsel dalam ja­ri­ngan perbankan global yang di­gu­nakan untuk memastikan in­struk­si pembayaran dapat dite­ruskan kpada bank tujuan secara te­pat. Dengan sistem verifikasi be­r­lapis, kami memastikan se­lu­ruh transaksi lintas negara ber­ja­lan lancar sesuai ketentuan pe­rundang-undangan yang berlaku.

Sebagai Bank Devisa, Bank Kalsel tidak hanya membatasi la­yanan pada pengiriman uang, me­lainkan turut memperkenalkan variasi produk finansial berbasis va­las (Foreign Exchange) yang da­pat disesuaikan dengan ke­bu­tuh­an nasabah, antara lain:

Tabungan Valas: Simpanan da­lam mata uang asing bagi pe­ro­rangan maupun badan usaha. Pro­duk ini sangat cocok bagi Sobat Aksel yang berencana um­rah tahun depan atau kuliah di luar negeri, sehingga kebutuhan da­na dalam mata uang asing da­pat dipersiapkan secara bertahap tan­pa harus melakukan pe­m­be­li­an valas sekaligus menjelang keberangkatan. adv/rds