Mata Banua Online
Kamis, Juni 11, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

BGN Diminta Serap Telur Peternak

by Mata Banua
10 Juni 2026
in Ekonomi & Bisnis
0
PETERNAK AYAM – Badan Gizi Nasional (BGN) diharapkan dapat lebih banyak lagi menyerap telur langsung dari peternaknya.(Foto:mb/ant)

JAKARTA – Menteri Pertanian (Men­tan) Andi Amran Sulaiman meminta Ba­dan Gizi Nasional (BGN) me­ni­ng­ka­t­kan penyerapan telur peternak me­lalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi tiga kali dalam sepekan. La­ngkah tersebut ditempuh untuk mem­bantu mempercepat pemulihan har­ga telur yang tertekan akibat kelebihan pa­sokan di sejumlah daerah.

Amran telah berkoordinasi lang­sung dengan Kepala BGN untuk mem­per_besar penyerapan telur peternak. Upa­ya itu menjadi bagian dari langkah pemerintah menjaga keberlangsungan usa­ha peternak petelur yang tengah me­ng­hadapi penurunan harga.

Berita Lainnya

YLKI Soroti Kenaikan Pertamax Mendadak

YLKI Soroti Kenaikan Pertamax Mendadak

10 Juni 2026
Bank Kalsel Bertransformasi Jadi Bank Devisa

Bank Kalsel Bertransformasi Jadi Bank Devisa

10 Juni 2026

“Yang ketiga adalah kami me­nelepon langsung Ibu Kepala BGN dan be­liau langsung menyanggupi. Luar bi­asa beliau, kami apresiasi Kepala BGN Ibu Nani, luar biasa. Insya Allah jumlahnya, kuantumnya, akan di­ti­ng­kat­kan untuk BGN kita di seluruh In­do­nesia,” kata Mentan di Jakarta.

Menurut Amran, peningkatan pen­yerapan melalui MBG diharapkan dapat mem­bantu menyerap surplus produksi te­lur yang saat ini terjadi di berbagai sen­tra peternakan. Pemerintah juga telah meny­iapkan sejumlah langkah lain untuk menjaga harga telur di tingkat peternak.

Mentan menetapkan Harga Acuan Pem­belian (HAP) telur sebesar Rp 26.500 per kilogram. Ia meminta pengumpul dan pembeli mematuhi har­ga tersebut. Kementerian Pertanian juga akan melibatkan Satgas Pangan untuk mengawl pelaksanaannya di lapangan. “Ya, tiga kali seminggu, cepat itu nanti ba­kal cepat. Pokoknya terakhir jiwa ra­ga saya untuk peternak petelur In­do­nesia,” ujar Amran.

Ketua Presidium Pinsar Petelur Na­sional (PPN) Yudianto Yosgiarso men­yam­but keputusan pemerintah me­ni­ng­kat­kan serapan telur melalui program MBG. Menurut dia, kebijakan tersebut akan membantu peternak yang selama ini menghadapi tekanan harga akibat produksi yang melimpah.

Yudianto menjelaskan harga telur di sejumlah daerah sentra produksi ma­sih berada jauh di bawah harga acuan. rep/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper