
BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin menggenjot daya saing industri kecil dan menengah (IKM) lewat kepastian hukum, dengan perlindungan atas hak kekayaan intelektual merek.
Wakil Walikota Banjarmasin Hj Ananda di Banjarmasin, Selasa, menyampaikan, ini menjadi tahapan strategis bagi ratusan pelaku IKM di kota ini agar produk mereka bisa lebih berdaya saing dan eksklusif di pasar produk.
Karenanya, ungkap dia, lewat Dinas Perdagangan dan Perindustrian kota ini, program sosialisasi dan pendampingan terkait itu rutin digelar setiap tahunnya.
Tentunya, kata Ananda, ini bertujuan untuk memberikan pembekalan, pembinaan hingga pendampingan terhadap pelaku IKM kota Banjarmasin agar lebih memahami terkait pendaftaran hak kekayaan intelektual merek produk pada usaha yang mereka miliki.
Menurut dia, kekayaan intelektual merek dalam suatu produk merupakan instrumen penting yang mencerminkan reputasi, kualitas, serta profesionalitas produksi usaha.
Hal ini secara tidak langsung, lanjut Ananda, akan berdampak pada upaya membangun kepercayaan (trust) di kalangan konsumen.
“Merek bukan sekedar mencantumkan nama atau logo, ini harus jadi perhatian semua agar IKM kita mengantongi kepastian hukum dan terhindar dari penyalahgunaan merek oleh pihak lain,” tekannya.
Ananda juga mengingatkan para pelaku IKM agar jangan terlalu idealis dalam menentukan suatu merek produk yang ingin didaftarkan hak kekayaan intelektual.
“Artinya ini masukan saja, jangan terlalu idealis harus menggunakan misal nama anak ada lima orang kemudian digabung lagi dengan nama abahnya. Ini harus dihindari, yang terpenting filosofis tetapi mudah diingat agar laris di pasaran,” pesan Ananda.
“Harus diingat kota Banjarmasin merupakan kota perdagangan dan jasa, kita tidak punya sumber daya alam yang unggul. Ini menjadi tumpuan kita. Kalau buhan pian (Anda/kalian) bisa maju Insya Allah roda ekonomi akan berputar, tenaga kerja kita akan terserap,” tambahnya.
“Pada prinsipnya kekayaan intelektual IKM kita harus dilindungi. Karena ini salah satu jantung roda perekonomian daerah. Kami harapkan para IKM yang telah mendapat kesempatan hadir pada kegiatan ini dapat memanfaatkannya dengan maksimal,” demikian kata Ananda. ant

