
JAKARTA – Ketidakpastian ekonomi global dan perlambatan daya beli yang masih membayangi pasar properti nasional, ternyata belum menggoyahkan minat pengembang menggarap segmen hunian super premium.
Sebaliknya, sejumlah pengembang justru mulai membidik pasar ultra high net worth (UHNW) yang dinilai lebih tahan terhadap gejolak ekonomi dan memiliki kebutuhan hunian yang semakin spesifik.
Fenomena tersebut terlihat dari peluncuran Island Villa di NavaPark BSD City. Peluncuran Island Villa menandai langkah pengembang NavaPark untuk masuk ke pasar hunian ultra-premium, setelah sebelumnya sukses mengembangkan sejumlah produk residensial kelas atas di kawasan yang sama.
Head of Marketing & Business Development NavaPark Wanto Ngali mengatakan, perusahaan mulai menggarap pasar high-end sejak 2020 dan mendapat respons positif dari pasar. Tak ayal, perusahaan lantas melangkah ke segmen yang lebih eksklusif.
“Kami mencoba masuk ke pasar yang bisa dibilang blue ocean, yaitu pasar yang sangat niche dan sangat kecil, yakni ultra high net worth,” ujarnya dalam peluncuran Island Villa i Kawasan BSD City, Tangerang
Wanto menjelaskan, kelompok UHNW di Indonesia diperkirakan hanya mencakup sekitar 0,005% dari populasi. Meski jumlahnya sangat terbatas, kelompok tersebut memiliki ekspektasi yang jauh lebih tinggi dibandingkan segmen pembeli properti pada umumnya. Oleh karena itu, Island Villa hadir dan dirancang sebagai produk yang tidak mudah direplikasi. NavaPark mengusung konsep “living in a green ocean” dengan menghadirkan kawasan hunian yang berada di tengah area botani seluas 10 hektare pada proyek terbaru ini.
Menurutnya, konsep utama yang ditawarkan bukan sekadar rumah mewah, melainkan pengalaman hidup yang menyatu dengan alam. “Produk ini kami buat sebagai one of a kind. Sesuatu yang unik, tidak bisa direplikasi dan tidak bisa diproduksi kembali,” katanya.
Wanto menegaskan, pengembangan Island Villa juga merupakan eksperimen sekaligus langkah berani bagi pengembang yakni Sinar Mas Land bersama Hongkong Land, karena membutuhkan investasi yang besar dengan tingkat kepadatan yang sangat rendah.
Selain menjual rumah, Wanto menyebut Island Villa juga menawarkan nilai emosional dan simbol pencapaian bagi para pemiliknya. Menurutnya, konsumen UHNW tidak hanya membeli properti, tetapi juga lingkungan eksklusif yang dihuni kalangan dengan profil serupa. “Ini bukan sekadar produk. Ada emotional bonding yang kami bangun. Bagi segmen ini, rumah juga menjadi simbol pencapaian dan representasi kesuksesan,” katanya.
Dari sisi pasar, Wanto mengakui masih banyak pihak yang meragukan kemampuan kawasan Serpong untuk menyerap hunian dengan harga di atas Rp100 miliar. Namun, menurut dia, permintaan dari kalangan berdaya beli tinggi justru terus berkembang.
Dia menyebut, sebagian besar pembeli berasal dari Jakarta dan kawasan sekitarnya yang mencari hunian lebih luas dengan lingkungan hijau. Selain itu, banyak pembeli merupakan pelanggan lama NavaPark yang melakukan upgrade rumah seiring perkembangan bisnis mereka. bisn/mb06

