
BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin terus melakukan pembenahan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Basirih pascapenghentian sistem open dumping sesuai amanat Undang-Undang Pengelolaan Sampah Tahun 2008. Sejak 1 Februari 2025, proses penutupan dan pengurukan sampah dilakukan secara bertahap menggunakan metode landfill dengan penutupan tanah merah.
Wali kota HM Yamin menyebutkan, pelaksanaan penutupan timbunan sampah tahun 2025 kini hampir mencapai 100 persen. Hasilnya, area TPA yang sebelumnya dipenuhi timbunan sampah kini mulai tampak hijau dan ditumbuhi berbagai tanaman.
“Alhamdulillah, hasil penutupan TPA menggunakan tanah merah sekarang sudah mulai menghijau. Beberapa tanaman juga sudah tumbuh dan hampir seluruh area terlihat hijau,” ujarnya.
Sementara, penutupan untuk area tahun 2026 baru rampung pada April lalu. Meski baru berjalan sekitar satu bulan, sebagian lahan sudah mulai ditumbuhi tanaman.
Dalam kesempatan itu, pemko juga melakukan penanaman pohon buah dan tanaman keras di kawasan TPA Basirih. Bibit tanaman tersebut merupakan hadiah ulang tahun yang diterima wali kota dan kemudian ditanam langsung di area rehabilitasi TPA.
“Mudah-mudahan nanti di awal tahun kita bisa melihat tanaman tersebut tumbuh dan berbuah,” katanya.
Selain tanaman pohon, di kawasan tersebut juga mulai tumbuh tanaman sayur milik warga seperti terong dan kangkung. Pemerintah daerah berencana melakukan penelitian terhadap tanaman pangan yang tumbuh di atas lahan bekas timbunan sampah tersebut untuk memastikan keamanannya jika dikonsumsi masyarakat.
Pemkot Banjarmasin juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup terkait rehabilitasi TPA Basirih. Ke depan, kawasan itu tidak lagi difungsikan sebagai lokasi pembuangan sampah secara terbuka, melainkan diarahkan menjadi tempat pemilahan dan pengolahan sampah seperti pengomposan.
“Harapan kita tempat ini masih bisa dimanfaatkan, tetapi bukan lagi untuk pembuangan sampah secara keseluruhan. Nantinya lebih kepada pemilahan dan pemanfaatan sampah,” jelasnya.
Menurutnya, kondisi TPA kini juga jauh lebih baik karena bau menyengat yang sebelumnya sering dikeluhkan warga sudah tidak lagi tercium. Pemerintah kini tinggal menyelesaikan penanganan pemisahan air hujan dan air lindi agar pengelolaan kawasan semakin optimal.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar rehabilitasi TPA Basirih berjalan maksimal dengan dukungan masyarakat sekitar,” tutupnya.via

