Mata Banua Online
Selasa, Mei 26, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Warga Desa Kiram Keluhkan Jalan Rusak dan Minim PJU

by Mata Banua
25 Mei 2026
in DPRD Kalsel
0

 

Anggota DPRD Kalimantan Selatan, Habib Farhan BSA, saat kegiatan Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Ideologi Pancasila (SOSREV) yang digelar di Desa Kiram, Kabupaten Banjar.ist

BANJAR-Warga mengeluhkan minimnya penerangan jalan umum (PJU) di kawasan permukiman mereka.

Berita Lainnya

Masyarakat Dorong Pelatihan Keterampilan dan Wirausaha

Masyarakat Dorong Pelatihan Keterampilan dan Wirausaha

26 Mei 2026
Supian HK Gelar Lomba Mancing Mania Meriahkan HUT HSU ke-74

Supian HK Gelar Lomba Mancing Mania Meriahkan HUT HSU ke-74

26 Mei 2026

Kondisi jalan kampung yang gelap pada malam hari dinilai rawan membahayakan keselamatan masyarakat dan pengguna jalan,Senin (25/5).

Anggota DPRD Kalimantan Selatan, Habib Farhan BSA, mengatakan aspirasi masyarakat mengenai penerangan jalan menjadi salah satu persoalan yang paling banyak disampaikan dalam kegiatan tersebut.

“Warga berharap PJU segera direalisasikan karena kondisi jalan kampung masih gelap. Bahkan ada lampu yang sudah terpasang hampir setahun, namun hingga kini belum juga menyala,” ujar Habib Farhan.

Selain persoalan penerangan jalan, masyarakat juga mengeluhkan kerusakan jalan menuju kawasan Sei Pinang, Kabupaten Banjar, yang hingga kini belum diperbaiki.

Menurut warga, kondisi jalan yang rusak parah tersebut sangat menghambat aktivitas masyarakat sehari-hari.

Politisi Parati PKB Kalsel ini menilai persoalan infrastruktur di wilayah pinggiran memang masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera ditangani pemerintah daerah.

Ia menyebut fasilitas umum, sarana, dan prasarana dasar di sejumlah daerah pelosok masih banyak dikeluhkan masyarakat.

“Infrastruktur dasar di daerah pinggiran harus menjadi perhatian serius. Banyak keluhan masyarakat terkait jalan, drainase, hingga fasilitas umum lainnya yang belum tersentuh secara maksimal,” katanya.

Politisi tersebut juga menyoroti dampak pascabanjir yang masih dirasakan masyarakat di beberapa wilayah Kabupaten Banjar.

Menurutnya, keberadaan saluran drainase atau got di pinggir jalan sangat dibutuhkan untuk mengurangi genangan air dan mencegah kerusakan jalan yang sudah beraspal.

“Daerah-daerah yang terdampak banjir membutuhkan saluran air yang memadai. Drainase di pinggir jalan penting agar air tidak menggenangi badan jalan dan merusak infrastruktur,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, turut disosialisasikan program bedah rumah sebagai bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan SOSREV sendiri merupakan program sosialisasi yang bertujuan memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Ideologi Pancasila di tengah masyarakat.

Warga berharap berbagai aspirasi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut tidak hanya menjadi catatan semata, melainkan segera ditindaklanjuti melalui program nyata pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik di Kabupaten Banjar. rds

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper