
BANJARBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru menyelenggarakan High Level Meeting (HLM) bersama tiga tim strategis daerah, yakni Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di Aula Gawi Sabarataan pada Senin (25/5).
Acara yang difokuskan untuk memantapkan stabilitas ekonomi kota ini dihadiri Walikota Banjarbaru Hj Erna Lisa Halaby, unsur forkopimda, Sekretaris Daerah Sirajoni, para asisten, perwakilan BUMN/BUMD terkait, instansi vertikal terkait, serta seluruh anggota TPID, TPAKD, dan TP2DD.
Untuk membedah strategi penguatan ekonomi, HLM ini menghadirkan narasumber berkompeten dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Banjarbaru, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Selatan, dan Bank Kalsel.
Dalam sambutannya, Walikota Banjarbaru Hj Erna Lisa Halaby menegaskan, agenda TPID, TP2DD, dan TPAKD memiliki keterkaitan erat yang tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Ketiganya merupakan pilar utama dalam menyokong stabilitas harga, digitalisasi transaksi pemerintah, serta perluasan akses keuangan bagi masyarakat.
“Ketiga forum ini tentunya saling memiliki keterkaitan dalam mendukung penguatan ekonomi daerah melalui stabilitas harga, digitalisasi transaksi pemerintah, dan perluasan akses keuangan masyarakat. Muaranya sama, yaitu membangun ekosistem ekonomi daerah yang modern, sehat, inklusif, dan berdaya saing,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan seluruh jajaran untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga amanah, memperkuat sinergi, dan meningkatkan kualitas kinerja sesuai peran masing-masing instansi.
Sebagai langkah konkret di lapangan, Walikota Banjarbaru memaparkan tujuh instruksi penting, yang harus segera di implementasikan seluruh pemangku kepentingan, yakni Antisipasi Inflasi Menjelang Idul Adha 1447 H dengan memperkuat koordinasi dan sinergi antarinstansi dalam menjaga stabilitas harga dan pengendalian inflasi daerah, khususnya menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Persiapan Menuju Kota Penghitung Inflasi 2028, yakni meningkatkan kualitas pemantauan, pengolahan, dan pelaporan data Indeks Perkembangan Harga (IPH) secara akurat. Hal ini sebagai langkah persiapan matang Kota Banjarbaru menuju Kota Penghitung Inflasi pada tahun 2028 mendatang.
Optimalisasi Ketahanan Pangan dan Pasar Murah, yaitu mendorong pelaksanaan operasi pasar secara optimal, memperluas Kerja Sama Antar Daerah (KAD), serta memperkuat ketahanan pangan daerah agar keterjangkauan harga dan ketersediaan pasokan di pasar tetap terjaga.
Percepatan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) di seluruh SKPD dengan mewajibkan penggunaan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD/KKI), serta penerapan SP2D Online pada seluruh SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Banjarbaru.
Kemudian, Efisiensi dan Transparansi Keuangan Daerah dengan memastikan roda digitalisasi transaksi daerah berjalan efektif, transparan, dan akuntabel. Digitalisasi ini ditargetkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mengefisiensikan pengelolaan keuangan daerah.
Perluasan Akses Keuangan bagi UMKM dan Pelajar, yaitu memperluas jangkauan akses keuangan masyarakat lewat penguatan program literasi dan inklusi keuangan. Sektor yang menjadi fokus utama adalah kalangan pelajar, pelaku UMKM, serta masyarakat berpenghasilan rendah.
Selanjutnya, Kolaborasi Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan, yakni dengan cara mendorong kolaborasi aktif dari seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat demi terciptanya pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif serta berkelanjutan.
Melalui HLM tersebut, Walikota Lisa berharap forum ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan mampu menghasilkan langkah yang strategis, solusi yang nyata, dan penguatan koordinasi antarinstansi untuk mendukung stabilitas, serta pertumbuhan ekonomi yang langsung dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat Kota Banjarbaru. ril/dio

