Mata Banua Online
Kamis, Mei 21, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Ditjenpas Kalsel aksi nyata wujudkan ketahanan pangan pemasyarakatan

by Mata Banua
21 Mei 2026
in Lintas
0

 

KETAHANAN PANGAN-Ditjenpas Kalsel aksi nyata wujudkan ketahanan pangan pemasyarakatan. (foto:mb/ant)

BATULICIN-Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Selatan (Ditjenpas Kalsel), melakukan tindakan aksi nyata mewujudkan ketahanan pangan pemasyarakatan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu.

Berita Lainnya

Polsek Tapin Utara awasi penyaluran BBM bersubsidi

Polsek Tapin Utara awasi penyaluran BBM bersubsidi

20 Mei 2026
Pemkab Tapin Waspadai Hama Tikus Dan Burung Ancam Produksi Padi

Pemkab Tapin Waspadai Hama Tikus Dan Burung Ancam Produksi Padi

19 Mei 2026

Kepala Kanwil Ditjenpas Kalsel Mulyadi di Batulicin, ia mengatakan, berbagai program di Lapas Batulicin baru diresmikan, salah satunya adalah kemandirian pangan.

“Pertanian, perkebunan dan peternakan menjadi program andalan di Lapas Batulicin untuk memenuhi kebutuhan pangan para warga binaan,” katanya.

Dia mengatakan, kebutuhan pangan seperti sayur, daging ayam, telur dan yang lainnya terpenuhi dari hasil kebun binaan lapas itu sendiri.

Bahkan, ada beberapa pedagang dari luar membeli sayur dari Lapas Batulicin untuk dijual kembali ke pasar Tanah Bumbu.

Menurut Mulyadi, keberhasilan program ketahanan pangan di Lapas Batulicin tidak lepas dari peran pemerintah daerah dan para Kepala Lapas yang pernah menjabat di Tanah Bumbu dalam membawa program kemandirian pangan.

Menariknya lagi, di dalam Lapas tersebut juga terdapat pusat jajanan serba ada atau dijuluki sebagai (Mandora 37 Pujasera).

“Ini sebuah pusat kegiatan wirausaha terintegrasi yang meliputi mini market, aneka makanan dan minuman, pangkas rambut, depot isi ulang air, produksi es kristal, jasa menjahit, dan cuci pakaian,” terangnya.

Mulyadi menilai, program ini sejalan dengan visi pemasyarakatan untuk membina warga binaan menjadi individu yang mandiri dan siap kembali ke masyarakat.

Lapas Batulicin telah membuktikan, dengan kreativitas dan pengelolaan yang baik, keterbatasan sumber daya bukanlah halangan.

“Saya mengapresisi kerja luar biasa para jajaran Lapas Batulicin yang mampu mengubah wajah lapas dengan berbagai fasilitas modern dan program yang produktif menuju kemandirian pangan,” tutupnya.{[an/mb03]}

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper