Mata Banua Online
Rabu, Mei 13, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Melalui SILAPAT Pendapatan SKPD Bisa Dipantau Real Time

by Mata Banua
12 Mei 2026
in Banjarmasin
0
SUASANA sosialisasi sistem digitalisasi SI LAPAT untuk transparasi pemasukan PAD semua SKPD.(foto:mb/ist)

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Asli Daerah ( BPKPAD) memperkuat digitalisasi tata kelola pendapatan daerah melalui sosialisasi Sistem Laporan Pendapatan (SILAPAT) kepada seluruh SKPD, di aula BPKPAD, Selasa (12/5).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan program Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD).

Berita Lainnya

TP PKK Banjarmasin Ajak Kader Terapkan Gerakan Minim Plastik

TP PKK Banjarmasin Ajak Kader Terapkan Gerakan Minim Plastik

12 Mei 2026
Walikota Bagikan Ratusan Peralatan Sekolah Gratis

Walikota Bagikan Ratusan Peralatan Sekolah Gratis

12 Mei 2026

Kepala BPKPAD, Edy Wibowo menjelaskan bahwa SILAPAT hadir untuk mempermudah pimpinan daerah memantau perkembangan pendapatan secara real time dari seluruh SKPD. Sistem ini tidak hanya memuat data pajak daerah, tetapi juga berbagai sumber penerimaan lain dari organisasi perangkat daerah.

“Melalui SILAPAT, pimpinan dapat melihat kondisi riil pendapatan daerah secara cepat dan terintegrasi. Jadi bukan hanya pajak daerah, tetapi juga penerimaan lain dari SKPD,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sejauh ini beberapa sektor yang telah terintegrasi dalam sistem tersebut di antaranya Dinas Lingkungan Hidup, sektor persampahan, perkim, PUPR, hingga penerimaan lain di masing-masing SKPD.

Selain menjadi bagian dari implementasi TP2DD, penggunaan aplikasi ini juga mendukung pelaksanaan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD). Melalui sistem tersebut, proses unggah laporan hingga pengambilan data dilakukan secara elektronik sehingga mempercepat proses pelaporan dan evaluasi kinerja pendapatan daerah.

Ia juga menekankan pentingnya peran admin di setiap SKPD dalam melakukan pembaruan data secara berkala agar integrasi data berjalan optimal.

“Ke depan kita menuju digitalisasi menyeluruh sebagai bagian dari smart city, sehingga penginputan data harus terus diperbarui,” lanjutnya.

Berdasarkan laporan SILAPAT, realisasi kinerja pendapatan daerah tahun 2026 hingga triwulan pertama mencapai 35,9 persen. Dari total target pendapatan sebesar Rp2,09 triliun, realisasi sementara mencapai Rp752,6 miliar.

Pendapatan tersebut berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), pajak reklame, retribusi, pajak daerah, serta pendapatan transfer dari pemerintah pusat dan provinsi.

Untuk kontribusi retribusi hingga awal tahun 2026, capaian tertinggi sementara diraih Dinas Lingkungan Hidup dengan realisasi mencapai 41,7 persen atau sekitar Rp6,16 miliar. Posisi berikutnya ditempati Dinas Kesehatan. via

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper