Mata Banua Online
Kamis, Mei 7, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Tim SAR Evakuasi Empat Jasad ABK

by Mata Banua
7 Mei 2026
in Banjarmasin, Indonesiana
0
TIM SAR saat mengevakuasi empat jasad ABK korban gas beracun di Barito Kuala, Kamis (7/5).(foto:mb/ant)

BANJARMASIN – Tim SAR gabungan mengevakuasi empat anak buah kapal (ABK) TB Samudra Jaya 1 yang meninggal diduga akibat paparan gas beracun di ruang terbatas kapal di perairan Sungai Tunjang, Kabupaten Barito Kuala.

Kepala Operasi Kantor SAR Banjarmasin I Putu Sudayana mengatakan, laporan kejadian diterima dari anggota Ditpolair Polda Kalimantan Selatan Bripka Priyo pada Rabu (6/5), sekitar pukul 17.20 Wita, terkait empat kru kapal yang terjebak di dalam manhole kapal.

Berita Lainnya

Dinas PUPR dan Perkim Tangani Sejumlah Infrastruktur

Dinas PUPR dan Perkim Tangani Sejumlah Infrastruktur

7 Mei 2026
Pemko Tata Bantaran Sungai Melalui Program Kawasan Peradaban

Pemko Tata Bantaran Sungai Melalui Program Kawasan Peradaban

7 Mei 2026

“Menindaklanjuti laporan, Kantor SAR Banjarmasin mengerahkan tim gabungan yang terdiri atas Ditpolair Polda Kalimantan Selatan, Polair Polres Barito Kuala, Polsek Cerbon, TNI AL Banjarmasin, karantina, dan KSOP Sungai Putting menuju lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi,” ujarnya, Kamis (7/5).

Ia menyebutkan, tim SAR tiba di lokasi sekitar pukul 19.10 Wita, dan langsung melakukan persiapan guna menentukan metode evakuasi aman karena lokasi korban berada di ruang sempit dengan dugaan kandungan gas berbahaya yang berisiko bagi personel penyelamat.

“Proses evakuasi dimulai pukul 19.30 Wita menggunakan peralatan keselamatan khusus, berupa Self Contained Breathing Apparatus (SCBA) dan gas detector ntuk melindungi personel dari paparan gas beracun selama operasi berlangsung,” katanya.

Ia menyebutkan, korban berinisial S (27), di evakuasi pada pukul 20.49 Wita, di susul ZMH (34), pada pukul 21.51 Wita, kemudian HHA (28), pada Kamis pukul 00.20 Wita, sedangkan korban lainnya TRZ (38), juga ditemukan meninggal dunia di lokasi kejadian.

“Operasi evakuasi menghadapi tantangan serius terutama karena kondisi ruang yang sempit dan tingginya potensi paparan gas berbahaya, namun seluruh personel bekerja sesuai prosedur keselamatan untuk meminimalisasi risiko tambahan,” jelasnya.

Ia pun mengingatkan seluruh pihak di sektor pelayaran dan perkapalan meningkatkan kepatuhan terhadap standar keselamatan kerja, terutama saat melakukan aktivitas di ruang terbatas yang berpotensi mengandung gas beracun.

“Setiap aktivitas di ruang terbatas wajib dilengkapi prosedur keselamatan ketat, termasuk penggunaan alat pendeteksi gas dan perlindungan pernapasan guna mencegah kejadian serupa yang dapat menimbulkan korban jiwa,” kata Putu.

Operasi SAR terhadap empat ABK TB Samudra Jaya 1 ditutup pada Rabu (6/5) sekitar pukul 00.40 Wita, setelah seluruh korban berhasil di evakuasi, kemudian seluruh unsur SAR dikembalikan ke kesatuan masing-masing. ant

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper