
BANJARMASIN – PT Bangun Banua memiliki anak usaha yang bergerak di bidang aneka usaha, dan saat ini melihat adanya peningkatan pasar, khususnya di sektor layanan perjalanan.
Oleh karena itu, ia mencoba mengambil peluang tersebut, termasuk di lini usaha penyediaan tiket perjalanan.
“Harapan kami, ke depan kebutuhan perjalanan dinas baik oleh SKPD maupun ASN dapat difasilitasi melalui vendor kami, terutama untuk perjalanan luar daerah,” ujar Direktur Utama PT Bangun Banua Afrizaldi di Banjarmasin,Selasa (5/5) .
Namun perlu di tegaskan, bisnis ini dijalankan secara terbuka dan kompetitif, tanpa monopoli, serta tetap menghormati keberadaan travel lain yang sudah lebih dulu bergerak di bidang ini.
‘Kami juga ingin mengklarifikasi bahwa mekanisme penjualan tiket pesawat berbeda dengan produk lain seperti tiket konser. Tiket pesawat tidak bisa diborong terlebih dahulu untuk kemudian dijual kembali dengan harga tertentu,” jelasnya.
Pemesanan dilakukan berbasis data penumpang (by name), sehingga transaksi baru bisa diproses setelah ada permintaan dari konsumen.
“Dengan demikian, tidak benar jika dikatakan bahwa kehadiran kami menyebabkan kelangkaan tiket atau kenaikan harga,” katanya.
Harga dan ketersediaan tiket sepenuhnya ditentukan oleh pihak maskapai, termasuk faktor seperti kebijakan operasional dan tingkat keterisian penumpang.
Peran kami murni sebagai perantara atau agen penjualan, sama seperti travel lainnya. “Kami tidak memiliki kewenangan untuk mengatur harga maupun kapasitas penerbangan,” tambahnya.
Oleh karena itu, jika terjadi keterbatasan tiket atau perubahan harga, hal tersebut lebih dipengaruhi oleh kebijakan maskapai, bukan karena aktivitas bisnis.
“Kami tegaskan kembali bahwa kehadiran kami di sektor ini adalah bagian dari upaya meningkatkan kinerja usaha secara sehat dan profesional, bukan untuk menciptakan distorsi pasar.”tandasnya.rds

