Mata Banua Online
Minggu, Mei 10, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

BPS Canangkan Desa Cantik

by Mata Banua
4 Mei 2026
in Martapura
0
SEKDA Kabupaten Banjar Yudi Andrea memberikan sambutan saat pencanangan Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Tahun 2026 oleh BPS Kabupaten Banjar.(foto:mb/ist)

MARTAPURA – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Banjar mencanangkan Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Tahun 2026.

Acara yang diadakan di Aula Kecamatan Karang Intan, Kamis (30/4),q dihadiri Sekda Banjar H Yudi Andrea didampingi Kepala DPMD M Hafizh Anshari, Camat Karang Intan Pusaro Riyanto, aparat kecamatan dan desa, serta sejumlah undangan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pengelolaan data di tingkat desa.

Berita Lainnya

Sensus Ekonomi 2026 Data Usaha Berbasis Digital

Sensus Ekonomi 2026 Data Usaha Berbasis Digital

10 Mei 2026
Wabup Resmikan Workshop Pasar Modal Syariah

Wabup Resmikan Workshop Pasar Modal Syariah

10 Mei 2026

Kepala BPS Kabupaten Banjar Roy Suryanto mengatakan, Desa Cinta Statistik atau yang dikenal dengan Desa Cantik adalah program pelatihan BPS, yang bertujuan meningkatkan kapasitas pemerintah desa di dalam pengelolaan data statistik.

Menurutnya, secara teknis pelatihan ini mencakup peningkatan pemahaman terhadap konsep statistik dasar, penguatan tata kelola data di desa, standarisasi proses pengumpulan dan pengolahan data untuk perencanaan, serta evaluasi pembangunan desa.

Output yang akan dihasilkan melalui Desa Cantik sebutnya, minimal berupa profil desa atau publikasi sederhana, kemampuan membuat infografis maupun pengelolaan data di dalam website desa masing-masing, dan tersusunnya profil desa yang standar setiap tahun secara berkelanjutan.

“Terkait identifikasi kebutuhan, data yang dikelola bisa berupa data kemiskinan, data pertanian, atau data stunting, tergantung keinginan dari masing-masing desa,” ujarnya.

Roy menambahkan, sejak tahun 2022 hingga 2025, ada lima desa dan kelurahan yang dibina, antara lain Desa Sungai Rangas Tengah Kecamatan Martapura Barat, Desa Simpang Tiga Kecamatan Mataraman, Kelurahan Indrasari Kecamatan Martapura, Kelurahan Sekumpul Kecamatan Martapura, dan Desa Melayu Ilir Kecamatan Martapura Timur.

“Tahun ini, pelatihan Desa Cantik akan dilanjutkan dengan penetapan tiga desa sebagai lokus pelatihan, yaitu Desa Sungai Alang dan Mandiangan Barat Kecamatan Karang Intan dan Desa Lok Gabang Kecamatan Astambul,” ucapnya.

Ia berharap, program ini dapat meningkatkan literasi data, kapasitas aparatur desa, serta mendorong kebijakan berbasis data (evidence-based policy) di tingkat desa.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Banjar Yudi Andrea memberikan apresiasi kepada BPS dalam pelaksanaan pelatihan Desa Cantik tersebut.

Menurutnya, upaya ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap penguatan sistem statistik sektoral, sekaligus kontribusi penting dalam mewujudkan satu data yang berkualitas hingga tingkat desa.

Ia menilai, tujuan dari pembinaan Desa Cantik sangat selaras dengan arah pembangunan daerah. Ketika desa memiliki data yang baik, maka perencanaan pembangunan akan lebih tepat sasaran. Program intervensi menjadi lebih efektif dan penggunaan anggaran dapat lebih efisien.

“Kualitas data di desa akan berbanding lurus dengan kualitas pembangunan secara keseluruhan di daerah,” ujarnya.

Yudi menjelaskan, tujuan lain dari program ini adalah meningkatkan literasi statistik di masyarakat. Literasi statistik tidak hanya penting bagi aparatur pemerintah, melainkan juga bagi masyarakat luas, agar mampu memahami, membaca dan memanfaatkan data dalam kehidupan sehari-hari.

“Dengan meningkatnya literasi statistik, diharapkan masyarakat menjadi lebih kritis, partisipatif dan berbasis bukti dalam mengambil keputusan,” kata Yudi. ril/dio

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper