Mata Banua Online
Selasa, April 28, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Penyaluran Rumah Subsidi Optimis Tembus 350.000 Unit

by Mata Banua
27 April 2026
in Ekonomi & Bisnis
0
PEMBANGUNAN RUMAH SUBSIDI – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman menargetkan penyaluran rumah subsidi melalui skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) bisa tembus mencapai 350.000 unit. Saat ini sudah terserap 14,29% dari target 350.000 unit. Adapun pembiayaan yang telah digelontorkan untuk penyaluran pada 50.021 unit rumah subsidi per 13 April lalu tersebut mencapai Rp6,22 triliun.(foto;mb/ant)

JAKARTA – Kementerian Perumahan dan Ka­wasan Permukiman (PKP) menargetkan pe­n­yaluran rumah subsidi melalui skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) akan tembus mencapai 350.000 unit hingga akhir 2026.

Menteri PKP Maruarar Sirait me­ng­ung­kapkan bahwa per 15 April 2026, realisasi pen­yaluran FLPP telah menyentuh angka 52.125 unit. Angka ini dinilai menunjukkan per­forma signifikan dengan capian me­lam­paui target pada kuartal I/2026.

Berita Lainnya

Belum Ada Titik Temu Kenaikan UMP 2026

UMKM Keluhkan Biaya Admin e-Commerce

27 April 2026
Harga Telur Ayam Tembus Rp35.150 per Kg

Harga Telur Ayam Tembus Rp35.150 per Kg

27 April 2026

“Per 15 April 2026, realisasi FLPP te­lah mencapai 52.125 unit dari target 350.000 unit tahun ini. Ini menjadi capaian awal ya­ng baik. Namun, masih perlu kita dorong ber­sama,” ujar Maruarar dalam akun In­stagram resminya.

Maruarar yang akrab disapa Ara men­ye­but capaian rusun subsidi bakal te­ra­k­se­le­rasi seiring dengan adanya kebijakan baru ya­ng memberikan kemudahan akses bagi mas­yarakat berpenghasilan rendah, ter­masuk kelompok pekerja sektor informal atau penghasilan non-tetap untuk memiliki hunian.

Pada saat yang sama, Ara menekankan BP Tapera diminta menjaga momentum pertumbuhan dengan memperkuat sos­i­al­i­s­asi serta memastikan kesiapan suplai dari si­si pengembang agar tidak terjadi ke­tim­pangan antara permintaan dan ketersediaan unit.

Sebelumnya, Badan Pengelola Ta­bu­ng­an Perumahan Rakyat (BP Tapera) men­catat penyaluran rumah subsidi melalui prog­ram FLPP baru mencapai 50.021 unit hing­ga periode 13 April 2026.

Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menjelaskan bahwa total pem­bi­a­yaan yang telah digelontorkan untuk penyaluran 50.021 unit rumah subsidi ter­sebut mencapai Rp6,22 triliun. “Saat ini baru terserap 14,29% dari target 350.000 unit,” kata Heru.

Heru memerinci rumah subsidi yang te­lah disalurkan saat ini tersebar di 33 provins dan 364 kabupaten/kota. Ke­mu­dian, dalam rangka mempercepat peny­al­uran rumah subsidi,

BP Tapera baru saja mengalihkan la­yanan SiKasep ke Aplikasi Tapera Mobile ya­ng diklaim mempermudah akses bagi mas­yarakat per tanggal 13 April 2026. “Kehadiran Tapera Mobile semakin men­dekatkan pembiayaan perumahan kepada masyarakat berpenghasilan rendah [MBR] ya­ng tersebar di seluruh Indonesia,” ujar­nya. bisn/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper