Mata Banua Online
Senin, April 27, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Pengusaha Daging Rugi Dampak Harga Jual Ditahan

by Mata Banua
26 April 2026
in Ekonomi & Bisnis
0
HARGA ACUAN NAIK – Sudah menjadi siklus tahunan menjelang Idul Adha, harga daging sapi harganya selalu melonjak. Saat ini terjadi penyesuaian harga acuan penjualan (HAP) sapi hidup dari semula Rp58.000 per kg kini menjadi Rp59.000 per kg atau naik Rp1.000 per kg. Tetapi dipasaran biasanya terjadi peningkatan signifikan karena tingginya permintaan.(foto:mb/ant)

JAKARTA – Kebijakan pemerintah menahan har­ga daging sapi di tingkat konsumen di te­ng­ah kenaikan biaya produksi menggerus mar­gin pelaku usaha tergerus, bahkan hingga me­ru­gi. Pengusaha berharap pemerintah me­ng­ka­ji kembali kebijakan tersebut.

Menteri Koordinator (Men­ko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan kon­flik geopolitik di Timur Tengah ber­dampak pada harga sapi hidup im­por. Namun, pemerintah me­mas­tikan penyesuaian masih terbatas dan harga daging di pasar tetap terkendali.

Berita Lainnya

Purbaya Usulkan Insentif Motor Listrik Rp5 Juta

Purbaya Usulkan Insentif Motor Listrik Rp5 Juta

26 April 2026
Bahan Bakar Minyak Bobibos Gagal Lolos Standar

Bahan Bakar Minyak Bobibos Gagal Lolos Standar

26 April 2026

Menurutnya, penyesuaian ha­r­ga sapi hidup tergolong mi­nim, yakni hanya sekitar Rp1.000 per kilogram (kg) hidup da­ri harga acuan penjualan (HAP) sebelumnya sebesar Rp58.000 per kg hidup menjadi Rp59.000 per kg hidup.

Zulhas menyampaikan pe­me­rint­ah sebelumnya menetapkan kuo­­ta impor sapi hidup hingga se­ki­tar 1 juta ekor. Namun, rea­li­sasi impor yang sudah masuk be­lum dipastikan jumlahnya.

Kendati demikian, Zulhas me­mastikan harga daging sapi di tin­gkat konsumen tidak me­ng­a­la­mi perubahan alias masih be­ra­da dalam rentang HAP, yakni se­kitar Rp130.000-Rp140.000 per kilogram. “Kalau daging sapi di pasar masih dalam HET [HAP]. HET-nya kan Rp130.000-140.000 [per ki­lo­gram] masih di situ, ya, bisa Rp130.000, bisa Rp134.000, bi­sa Rp139.000. Jadi nggak ada pe­ru­bahan,” ujarnya.

Direktur Hilirisasi Hasil Pe­ter­nakan Kementan Makmun men­yampaikan bahwa harga sapi ba­kalan, baik betina maupun jan­tan, mengalami kenaikan sig­ni­fi­kan per April 2026.

Kondisi ini berdampak la­ng­sung terhadap biaya impor dan ber­potensi menekan margin pe­la­ku usaha d dalam negeri. Ber­da­sarkan perhitungan CIF sapi im­por dari Australia per 20 April 2026, harga dasar (FOB) tercatat se­besar US$4,07 per kg untuk fee­der heifer dan US$4,56 per kg untuk feeder steer, dengan ra­ta-rata US$4,32 per kg. Dia menjelaskan, setelah mem­per­hi­tungkan biaya asuransi, trans­portasi, serta proses ka­ran­ti­na di dalam negeri, harga sapi hi­dup impor melonjak jauh di atas HAP. Jika dikalkulasikan, se­te­lah ditambahkan biaya angkut (freight) sebesar US$0,15 per kg dan asuransi sekitar 1,5%, nilai CIF di pelabuhan Indonesia men­capai kisaran US$4,28-US$4,78 per kg atau rata-rata US$4,53 per kg. Dengan asumsi nilai tukar Rp17.150 per dolar AS, maka har­ga CIF di dalam negeri berada pa­da kisaran Rp73.459-Rp81.988 per kg, atau dengan ra­ta-rata Rp77.723 per kg.

Adapun setelah mem­per­hi­tu­ng­kan pajak penghasilan (PPh) 2,5% serta biaya penanganan dan susut sebesar 2,5%, total lan­ded cost sapi impor diperkirkan men­capai Rp77.177-Rp86.139 per kg, dengan rata-rata sekitar Rp81.658 per kg.

“Itu harga per kilo hidup sapi bakalan betina ada di angka Rp77.177. Kalau yang bakalan jan­tannya sudah Rp86.139. Se­men­tara HAP kita maksimalnya Rp58.000 per kilo berat hidup,” ujar­nya. Ketua Jaringan Pe­mo­tong dan Pengusaha Daging In­do­nesia (Jappdi) Asnawi men­ye­but pelaku usaha justru me­na­ng­gung beban biaya yang jauh le­bih tinggi dibandingkan pen­ye­su­aian harga yang ditetapkan pemerintah.

Asnawi menjelaskan, te­kan­an terhadap pelaku usaha sudah terj­adi sejak intervensi pemerintah men­jelang Ramadan, ketika harga acu­an sapi hidup di tingkat feed­loter ditetapkan maksimal Rp55.000 per kilogram. bisn/mb06

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper