JAKARTA – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi dinilai berpotensi mendorong peralihan konsumsi ke BBM bersubsidi. Menteri Enegi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengingatkan agar masyarakat yang tidak berhak tidak mengambil jatah BBM subsidi. “Ya saya cuma mau sampaikan aja lah, BBM subsidi itu kepada saudara-saudara kita yang berhak. Jangan model kayak saya, kayak Dirjen, Wamen, karena harga BBM RON 98 naik, tiba-tiba mereka masuk ke subsidi. Itu kita mengambil hak saudara-saudara kita yang berhak menerimanya, apa enggak malu kita,” ujar Bahlil usai konferensi pers terkait Penemuan Gas Raksasa di Kalimantan Timur di kantor Kementerian ESDM, Jakarta.
Bahlil menegaskan pemerintah telah memperkuat sistem pengawasan distribusi BBM subsidi agar lebih tepat sasaran. Salah satu skema yang diterapkan adalah pembatasan volume pembelian harian untuk kendaraan tertentu.
“Terkait sistem pengawasan, saya waktu di Korea Selatan menyampaikan BBM itu akan diberikan per hari 50 liter, itu kan tankinya sudah penuh, sudah bisa 300-400 km lebih lah. Sebagai mantan sopir angkot, itu pengalaman saya. Terkecuali ada maksud lain,” ucap dia.
Meski demikian, Bahlil memastikan pembatasan tersebut tidak akan mengganggu sektor logistik dan distribusi kebutuhan pokok. Ia menyebut kendaraan angkutan barang dan logistik tetap mendapatkan prioritas agar rantai pasok tidak terganggu. “Tapi pembatasan BBM itu tidak berlku untuk bus dan truk yang mengangkut beras, sayur, dan logistik,” sambung Bahlil.
Untuk kendaraan roda dua, ucap Bahlil, pemerintah masih memberikan fleksibilitas dalam pembelian BBM subsidi. Namun, ia kembali mengingatkan agar tidak ada penyalahgunaan, termasuk praktik pembelian berulang menggunakan jerigen. “Kalau motor sampai dengan sekarang mau isi berapa aja enggak apa-apa,” kata dia.
Ia mengatakan pemerintah tentu akan terus melakukan pengawasan di lapangan. Namun, Bahlil juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan bijak menggunakan BBM.
“Pengawasan itu ada,tetapi yang terpenting itu adalah keinsyafan dari diri kita. Masa sih kita harusnya malu enggak kalau kita diawasi terus,” kata Bahlil.
Sementara itu, Bahlil juga angkat bicara mengenai harga Pertamax yang tidak mengalami kenaikkan meski termasuk kategori BBM nonsubsidi. Bahlil mengatakan penyesuaian harga seperti Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex menggunakan sistem berbasis pasar.
“Saya katakan kalau yang untuk BBM nonsubsidi itu ada penyesuaian harga. Tahap pertama mungkin sekarang dilakukan seperti sekarang,” ujar Bahlil.
Bahlil tidak secara gamblang menjelaskan potensi kenaikkan harga Pertamax pada tahap penyesuaian berikutnya. Bahlil menyebut keputusan tersebut akan melihat dinamika harga minyak dunia di pasar global. “Tahap berikutnya kita lihat penyesuaian, kalau harganya (minyak dunia) turun, ya enggak naik, tapi kalau harganya begini terus, ya mungkin pasti ada penyesuaian,” ucap Bahlil. bisn/mb06

