
BANJARMASIN – Tes kemampuan akademik (TKA) tingkat Sekolah Dasar resmi dimulai, Senin (20/4). Sebanyak 8.000 siswa Sekolah Dasar Negeri mengikuti TKA tersebut sebagai alat ukur objektif dan terstandar untuk menilai kompetensi akademik, penalaran, serta pemahaman materi pelajaran (Saintek/Soshum) siswa.
Pelaksanaan TKA berlangsung dalam beberapa gelombang hingga 10 hari ke depan. Langkah ini juga agar dapat memetakan kesehatan dasar pendidikan yakni literasi dan numerasi.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Ryan Utama mengatakan, meskipun TKA tidak diwajibkan, namun seluruh peserta didik yang duduk di kelas VI SD ataupun kelas IX SMP di kota ini wajib mengikuti.
“Kalau saya mewajibkan semua sekolah ikut karena menjadi instrumen penting untuk membaca kemampuan riil siswa sejak dini,” ungkap Ryan Utama.
Senin kemarin, kadisdik melakukan pemantaun secara acak yakni di SDN Sungai Lulut 4, SDN Sungai Lulut 2, dan SDN Pemurus Baru 2. Di sejumlah sekolah itu pelaksanaannya berjalan lancar dan terkendali. Dia pun berharap TKA kali ini menghasilkan nilai yang lebih baik dari tryout TKA sebelumnya.
Namun, lanjut Ryan, pihaknya masih belum puas, sebab hasil tryout sebelumnya menunjukkan nilai rendah dalam kemampuan numerasi pada matematika, sehingga intervensi harus dilakukan.
“TKA ini bukan sekadar penilaian, tapi atas dasar untuk menentukan langkah perbaikan. Kita akan lihat nanti sekolah mana yang masih ‘merah’ atau ‘kuning’, lalu intervensinya seperti apa,” ujar Ryan.
Ia juga memaklumi jika pelaksanaan TKA ini masih bersifat awal. Idealnya, menurut dia, TKA sudah mulai dilakukan sejak kelas 5 SD agar pemetaan dan perbaikan bisa lebih matang sebelum siswa lulus. via

