Mata Banua Online
Selasa, April 21, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Walikota Lantik Dua Dewas Perumda Pasar

by Mata Banua
20 April 2026
in Banjarmasin
0
JEFRIE Fransyah dan Yusna Irawan ketika dilantik menjadi Dewas Perumda Pasar Kota Banjarmasin.(foto;mb/ist)

BANJARMASIN – Walikota Banjarmasin H Muhammad Yamin resmi melantik dua dewan pengawas (Dewas) untuk Perumda Pasar Banjarmasin, di kantor Perumda Pasar, Senin (20/4).

Mereka yakni Jefrie Fransyah dan Yusna Irawan. Prosesi dirangkaikan dengan pembacaan Surat Keputusan oleh Kepala Bagian Perekonomian dan SDA, pengambilan sumpah jabatan, serta penandatanganan kontrak kinerja dan pakta integritas tahun 2026.

Berita Lainnya

8.000 Siswa SD di Banjarmasin Jalani TKA Perdana

8.000 Siswa SD di Banjarmasin Jalani TKA Perdana

20 April 2026
Empat Desa di Batola Raih Apresiasi Desa Peduli Stunting

Empat Desa di Batola Raih Apresiasi Desa Peduli Stunting

20 April 2026

Walikota menegaskan bahwa hadirnya Perumda Pasar ini agar menciptakan ekosistem pasar yang lebih nyaman, adil, dan berdampak langsung.

“Pengawasan tidak boleh sekadar formalitas administrasi. Harus aktif, objektif, dan berintegritas. Bahkan harus turun langsung ke pasar untuk melihat kondisi nyata dan mendengar pedagang,” katanya.

Ia berharap, kebijakan ini dapat melindungi pedagang kecil sehingga ekonomi tumbuh berkembang. “Kami ingin pedagang nyaman berdagang, pembeli juga nyaman bertransaksi. Kalau dua ini bertemu, ekonomi akan bergerak,” ujarnya.

Selain itu, ke depan akan dilakukan pembenahan pasar agar lebih nyaman bagi pedagang dan pengunjungnya.

Menurutnya lagi, pasar bukan hanya ruang transaksi, tetapi denyut nadi ekonomi rakyat. Ribuan pedagang menggantungkan hidup dari berdagang sebagai sumber kebutuhan harian. Namun realitas di lapangan menunjukkan masih adanya persoalan klasik yakni tata kelola yang belum optimal, transparansi yang perlu diperkuat, hingga pelayanan yang belum merata. Di sinilah peran Dewan Pengawas menjadi sangat menentukan.

Yamin menekankan bahwa Dewan Pengawas harus menjadi mitra kritis, bukan sekadar pelengkap struktur.

“Berani mengoreksi jika ada kebijakan yang tidak tepat. Ukurannya jelas yaitu pelayanan meningkat, pedagang tidak terbebani, pendapatan naik, dan pengelolaan semakin baik,” tegasnya

Ia juga mengingatkan bahwa integritas adalah fondasi utama, karena lemahnya pengawasan akan langsung dirasakan oleh pedagang kecil. via

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper