
PALANGKARAYA – High Level Meeting Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) menjadi momentum strategis untuk mempercepat percepatan dan perluasan digitalisasi daerah, mulai penggunaan transaksi non tunai seperti QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) oleh masyarakat, hingga kepemilikan Kartu Kredit Indonesia (KKI) oleh Pemerintah Daerah dalam melakukan transaksi keuangan.
Sekretaris Komisi II DPRD Kalsel, H. Jahrian, yang turut berhadir didampingi Sekretaris DPRD Kalsel, Muhammad Jaini dalam High Level Meeting Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) dengan tema di swissbell hotel Palangkaraya, Kalimantan Tengah pada Rabu (15/04) Siang,sampaikan dukungan DPRD Kalsel khususnya Komisi II dalam mendorong sosialisasi digitalisasi transaksi kepada masyarakat.
“DPRD Kalsel, khususnya Komisi II, sangat mendukung upaya ini, terutama dalam menyampaikan informasi secara luas kepada masyarakat. Bahkan, jika memungkinkan, setiap toko maupun swalayan hingga ke desa dapat menyediakan barcode QRIS untuk mempermudah dan mengamankan transaksi,” tambahnya.
Dirinya juga menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia (SDM) di sektor perpajakan guna mendukung optimalisasi digitalisasi daerah. Menurutnya, peningkatan kapasitas SDM akan berdampak langsung pada kualitas pelayanan.
“Ke depan perlu meningkatkan kualitas SDM agar pelayanan semakin optimal. Insya Allah, langkah ini akan sangat membantu Kalimantan Selatan dalam meningkatkan pendapatan daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, menyatakan dukungan terhadap program insentif bagi masyarakat maupun pemerintah daerah yang aktif menggunakan QRIS, dengan tetap memperhatikan kesiapan kanal digital.
“Perlu dipahami bersama, digitalisasi bukan hanya soal alat transaksi, tetapi juga sebagai instrumen pengawasan agar setiap rupiah yang dikelola benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Panglima Daerah Militer XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, Komandan Korem 101/Antasari Brigjen TNI Ilham Yunus, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) lainnya. Hadir pula Kepala Bank Indonesia Kalimantan Selatan Fadjar Majardi, Kepala Otoritas Jasa Keuangan Kalimantan Selatan Agus Maiyo, Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Selatan Catur Ariyanto Widodo, serta Direktur Utama Bank Kalsel Fahrudin.
Selain itu, kegiatan ini juga diikuti para kepala daerah atau perwakilan dari 13 kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan, Asisten Setda Provinsi, Staf Ahli Gubernur, Tim Ahli Gubernur, serta kepala SKPD Provinsi Kalsel, sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendorong percepatan digitalisasi transaksi daerah.rds

