Mata Banua Online
Jumat, April 17, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

The Little Princedan Makna Komitmen Dalam Relasi

by Mata Banua
16 April 2026
in Opini
0
Patria Mujahid

the Little Prince sering disebut sebuah buku kecil namun memiliki pesan yang besar. Saya pribadi membaca bukukarya Antoine De Saint Exupery ini dengan mengira hanya sebuah cerita dongeng tentang anak kecil dari planet yang juga kecil, namun diam – diam mendapatkan sebuah cara kita dalam sebuah hubungan. Sebagai seorang mahasiswa, saya justru merasa buku ini terasa cukup dekat dengan kondisi saya dan anak muda lainnya, karena fase ini adalah masa ketika pertemanan, relasi sosial, dan kedekatan dengan banyak orang tumbuh cepat. Namun disaat yang sama, juga banyak relasi yang berakhir cepat. Dari semua yang saya ingat, konsep “menjinakkan” menjadi cukup melekat, karena disitulah buku ini seperti berbicara mengenai komitmen dengan cara yang sederhana namun tajam.

Dalam buku tersebut, arti “menjinakkan” bukan berarti menguasai atau memiliki, dimana menjinakkan adalah sebuah proses membangun ikatan, yang membuat seseorang menjadi penting dan unik, bukan sekadar hadir sebagai satu dari sekian banyak orang. Relasi yang dijinakkan tidak lahir dari intensitas sesaat, melainkan dari kebiasaan yang terus diulang seperti kehadiran, mengenal dan memberi waktu. Pesan ini terdengar sederhana, tetapi justru karena kesederhanaannya ini menjadi relevan. Banyak hubungan hari ini dibangun dengan cepat, tetapi jarang benar – benar dirawat. Kita mudah menyebut seseorang itu dekat, namun belum tentu siap menjadikan kedekatan itu sesuatu yang bernilai.

Berita Lainnya

Kebiadaban Yang Dilegalkan

Kebiadaban Yang Dilegalkan

16 April 2026
Terapis Gigi, Media Sosial, dan Batas Etika Profesi

Terapis Gigi, Media Sosial, dan Batas Etika Profesi

14 April 2026

Jika dilihat dari kehidupan sosial anak muda, komitmen dalam relasi memang semakin terasa rumit. Kita hidup dalam ritme yang serba cepat. Komunikasi bisa terjadi kapan saja, tetapi kedekatan yang utuh tidak otomatis terbentuk hanya karena pesan dibalas dalam eaktu yang cepat saja. Budaya yang instan membuat relasi sering dipahami seperti sesuatu yang dapat dipilih dan ditinggalkan kapan saja. Ketika sebuah hubungan mulai membutuhkan kesabaran, penyesuaian atau upaya kecil yang konsisten, banyak orang memilih mundur. Akhirnya, kedekatan yang semestinya menjadi ruang aman justru berubah menjadi seuatu yang rapuh.

Dalam lingkungan kampus dan organisasi, pola semacam ini sering terlihat secara halus. Pertemanan bisa sangat hangat ketika berada dalam satu kelas, satu kepanitiaan, atau satu tujuan. Namun setelah fase itu selesai, relasi perlahan memudar. Ada hubungan yang terasa dekat hanya karena kebutuhan, bukan karena benar – benar dibangun. Tidak jarang juga seseorang merasa memiliki banyak teman, tetapi tidak punya tempat bercerita ketika sedang berada di titik lelah. Fenomena ini bukan berarti anak muda tidak mampu untuk berkomitmen, melainkan menunjukan bahwa banyak relasi hari ini dibentuk dalam kondisi sosial yang mendorong kecepatan dalam mencapai suatu hal, bukan seberapa hangat kebersamaan dari hubungan tersebut.

Melalui konsep ‘’menjinakkan’’, The Little Prince seolah memeberi pelajaran bahwa komitmen dalam relasi tidak selalu berbentuk janji besar. Komitmen justru hadir dalam hal – hal kecil yang sering dianggap sepele seperti mengingat, mendengar, meliangkan waktu, dan tetap hadir meski tidak sedang membutuhkan apa pun. Kedekatan menjadi bermakna ketika bukan karena seseorang paling sempurna, melainkan karena ia dirawat. Dalam buku tersebut, mawar menjadi simbol yang kuat. Mawar tidak berbeda jauh dari mawar lain, tetapi menjadi istimewa karena waktu dan perhatian yang diberikan kepadanya. Di titik ini, komitmen bukan sekedar kata, melainkan tindakan yang berulang.

Namun, tidak semua relasi harus dipertahankan. Ada beberapa hubungan yang memang perlu selesai karena tidak sehat, tidak seimbang, atau hanya menyisakan luka saja. Tetapi pesan yang menarik dari buku the little prince ini adalah dimana sebuah relasi yang bermakna tidak bisa dibangun tanpa kesadaran bahwa setiap ikatan memiliki tanggung jawab dalam menjaga relasi tersebut. Kita tidak bisa menginginkan sebuah kedekatan namun sekaligus menolak proses nya, kita juga tidak bisa berharap dapat dipahami oleh teman namun kita sendiri enggan untuk memahami teman kita. Disinilah pentingnya memandang relasi bukan sebagai sesuatu yang dapat diganti kapan saja, melainkan menjadi sebuah ruang yang perlu dijaga agar tetap hidup dan berdampak bagi kehidupan yang akan datang.

Mungkin kedepannya kita tidak perlu mengejar untuk memiliki banyak hubungan, tetapi melainkan kita dapat membangun relasi yang benar – benar terasa aman bagi kita. Anak muda bisa menilai dari kebiasaan kecil yang sederhana seperti tidak menghilang tanpa penjelasan, tidak menjadikan orang lain sekedar pelarian, dan juga tidak hanya hadir disaat membutuhkan. Komitmen dalam relasi tidak selalu berat, namun ia menuntut sebuah kesediaan untuk konsisten. Di tengah dunia informasi yang serba cepat ini nilai konsistensi justru menjadi sebuah bentuk dalam kedewasaan yang cukup langka.

Pada akhirnya, buku The Little Prince ini mengingatkan kita bahwasanya kedekatan bukanlah sesuatu yang instan didapatkan. Hubungan yang kuat tidak akan dibangun dari intensitas sesaat, namun diperoleh dari sebuah proses yang pelan namun berulang. Kita mungkin tidak selalu berhasil dalam menjaga semua relasi, tetapi kita bisa belajar untuk lebih sadar dalam membangun sebuah ikatan. Sebab persoalan utamanya bukan siapa yang paling sering hadir di sekitar kita, melainkan siapa yang benar – benar kita rawat, dan siapa yang benar – benar merawat kita.

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper